Jumat, 21 Februari 2014
Soal - Soal Larutan Penyangga
Soal Uraian.
1. Apa yang dimaksud dengan larutan penyangga?
2. Hitung pH larutan jika 61,5 gr Na asetat dilarutkan dengan 300 mL asam asetat 0,25M! (Ka asam asetat = 1,8×10-5)
3. Tentukan pH larutan 100mL HCl yang mempunyai pH = 1 dicampur dengan 100mL larutan NH4OH 0,2M! (Kb NH4OH = 1,7×10-5)
4. Jika diketahui Ka C6H5COOH = 6×10-5, tentukan pH campuran antara 100 mL C6H5COOH 0,2 dan 100 mL NaOH 0,1M!
5. Apa saja kegunaan larutan penyangga bagi tubuh dan kehidupan sehari-hari?
Pilihan Ganda!
1. Larutan penyangga merupakan campuran dari ….
a. Basa kuat dengan asam lemah
b. Basa kuat dengan garamnya
c. Basa lemah dengan garamnya
d. Asam kuat dengan garamnya
e. Asam lemah dengan basa lemah
2. Contoh larutan penyangga di bawah ini adalah ….
a. Asam asetat + natrium nitrat
b. Asam asetat + natrium asetat
c. Asam sulfat + natrium asetat
d. Asam nitrat + natrium nitrat
e. Asam nitrat + natrium asetat
3. Perhatikan tabek di bawah ini!
Larutan Perubahan pH setelah ditambah
Air Asam kuat Basa kuat
1 2,48 2,32 13,45
2 2,32 1,70 13,01
3 4,73 4,66 12,52
4 4,75 4,76 4,76
5 4,75 1,45 12,55
Larutan yang mempunyai sifat penyangga adalah ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
4. Beberapa campuran:
1) 100 mL HCl 0,1M dengan 50mL NaOH 0,1M
2) 100mL CH3COOH 0,1M dengan 50mL CH3COOH 0,1M
3) 100 mL H2CO3 0,1M dengan 50 mL NaOH 0,1 M
4) 100 mL CH3COOH 0,1 dengan 50 mL NaOH 0,1 M
5) 100 mL NH4OH 0,1 M dengan 50 mL HCl 0,1 M
Campuran yang membentuk penyangga yang bersifat asam adalah ….
a. 1)
b. 2)
c. 3)
d. 4)
e. 5)
5. Sebanyak 20 mL larutan NH3 0,30 M (Kb = 10-5) dicampur dengan 40 mL larutan HCl 0,10M. pH campuran adalah ….
a. 1
b. 3
c. 4,301
d. 8,669
e. 9,301
6. Larutan 25 mL NH4OH 0,2 M (Kb = 10-5) dicampur dengan 25 mL larutan HCl 0,1M. pH larutan yang terjadi adalah ….
a. 5
b. 5,5
c. 8,5
d. 9
e. 13
7. Campuran yang dapat membentuk larutan penyangga adalah ….
1) 100 cm3 asam asetat 0,1 M + 100 cm3 NaOH 0,1 M
2) 100 cm3 asam asetat 0,1 M + 100 cm3 NaOH 0,1 M
3) 100 cm3 NH3 0,1 M + 100 cm3 HCl 0,1M
4) 100 cm3 NH3 0,2 + 100 cm3 HCl 0,1 M
a. 1) dan 2)
b. 1) dan 3)
c. 1) dan 4)
d. 2) dan 3)
e. 2) dan 4)
8. Satu liter larutan yang mengandung 0,1 mol NH3 (kb = 10-5) dan 0,05 mol (NH4)2SO4 mempuntai pH yaitu ….
a. 5
b. 5 – log 2
c. 9
d. 9 –log 2
e. 9 + log 2
9. Pasangan larutan berikut ini yang menghasilkan larutan penyangga adalah ….
a. 50 mL CH3COOH 0,1 M + 50 mL NaOH 0,25M
b. 50 mL CH3COOH 0,1 M + 50 mL HCl 0,1 M
c. 50 mL HCN 0,05 M + 50 mL NaOH 0,05M
d. 50 mL NH4OH 0,1 M + 50 mL HCl 0,05M
e. 50 mL NaOH 0,1 M + 50 mL HCl 0,1 M
10. Pasangan larutan berikut yang membentuk penyangga adalah ….
a. 100 cm3 CH3COOH 0,1 M dan 10cm3 NaOH 0,1 M
b. 100 cm3 CH3COOH 0,1 M dan 100 cm3 NaOH 0,1 M
c. 100 cm3 CH3COOH 0,1 M dan 100 cm3 NaOH 0,1 M
d. 100 cm3 NH3 0,5 M dan 100 cm3 HCl 0,1 M
e. 100 cm3 NaOH 0,1 M dan 100 cm3 HCl 0,1 M
11. Larutan 20 mL HCOOH 0,3 M (Ka = 2×10-5) dicampur dengan 40 mL larutan KOH 0,1 M. Harga pH larutan yang terjadi adalah ….
a. 1
b. 3
c. 5
d. 8
e. 10
12. pH campuran dari 200 mL NH4OH 0,1M dengan 200 mL NH4Cl 0,1 M adalah …. (Kb = 10-5)
a. 5
b. 7
c. 9
d. 11
e. 13
13. Jika kedalam 200 mL larutan NH4OH 0,2 M dicampurkan larutan NH4Cl dengan volume dan konsentrasi yang sama, maka pH larutan adalah ….
a. 5
b. 6
c. 8
d. 9
e. 10
14. Diketahui sistem penyangga:
1) NH4OH dan NH4+
2) H2COO3 dan HCO3-
3) CH3COOH dan CH3COO-
4) H2PO4- dan HPO42-
Yang merupakan sistem penyangga dalam tubuh adalah ….
a. 1) dan 2)
b. 1) dan 3)
c. 2) dan 3)
d. 2) dan 4)
e. 3) dan 4)
15. Kegunaan larutan penyangga dalam bidang biologi adalah ….
a. Untuk pembuatan obat-obatan
b. Untuk mengatur pH larutan
c. Untuk mengoptimalkan kerja
d. Untuk analisis kualitatif
e. Untuk analisis kuantitatif
Essay
1. Larutan 200 mL CH3COOH 0,1 M dicampur dengan 50mL larutan NaOH 0,1. Tentukan pH larutan tersebut!
2. Tuliskan contoh campuran larutan penyangga yang bersifat asam!
3. Berapakah pH larutan dari campuran asam asetat dengan Ba-asetat dan perbandingan jumlah mol 3:8?
4. Sebanyak 100 mL CH3COOH 0,2 M dicampur dengan 100 mL NaOH 0m1M
a. Berapakah pH masing-masing larutan sebelum dicampur?
b. Berapakah pH larutan setelah divampur, jika Ka CH3COOH = 10-5?
5. Sebutkan kegunaan larutan penyangga dalam bidang biologi dan industri!
Soal - Soal Larutan Penyangga
1. Tentukan pH larutan jika 800 ml larutan CH3COOH 0,1M dicampur dengan 400ml larutan
CH3COONa 0,1M (Ka CH3COOH = 1,8×10-5) !
2. Tentukan pH larutan apabila 400 ml larutan NH4OH 0,5M dicampur dengan 100 ml larutan
NH4Cl 0,5M ( Kb NH4OH = 1,8×10-5)
3. Sebanyak 50 ml larutan yang terdiri dari CH3COOH 1M dan CH3COONa 1M ditambahkan larutan
HCl 1M sebanyak iml. Tentukan pH larutan setelah penambahan HCl 1M ! ( Ka = 1,8 x 10-5)
4. Sebanyak 50 ml larutan yang terdiri dari CH3COOH 1M dan CH3COONa 1M ditambah 50 ml air.
Tentukan pH larutan setelah pengenceran !
5. Jelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan beri contohnya !
CH3COONa 0,1M (Ka CH3COOH = 1,8×10-5) !
2. Tentukan pH larutan apabila 400 ml larutan NH4OH 0,5M dicampur dengan 100 ml larutan
NH4Cl 0,5M ( Kb NH4OH = 1,8×10-5)
3. Sebanyak 50 ml larutan yang terdiri dari CH3COOH 1M dan CH3COONa 1M ditambahkan larutan
HCl 1M sebanyak iml. Tentukan pH larutan setelah penambahan HCl 1M ! ( Ka = 1,8 x 10-5)
4. Sebanyak 50 ml larutan yang terdiri dari CH3COOH 1M dan CH3COONa 1M ditambah 50 ml air.
Tentukan pH larutan setelah pengenceran !
5. Jelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan beri contohnya !
Selasa, 29 Oktober 2013
Uji Daya hantar Listrik Larutan
Tujuan
Menguji daya hantar listrik beberapa larutan serta mengamati gejala berlangsungnya hantaran arus listrik.
Alat dan Bahan
*Alat
Alat uji elektrolit 1 set
Gelas Kimia 8 buah
*Bahan
Bahan |
Jumlah
|
Larutan CH3COOH 1M
Larutan NH4OH 1M Larutan NaOH 1M Larutan HCl 1M Larutan NaCl 1M Larutan gula 10% Larutan urea 10% Etanol (alkohol) 70 % |
50 mL
50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL |
Langkah Kerja
Keterangan :
1. batu baterai
2. kabel penghubung
3. bola lampu
4. elektroda karbon
5. elektroda karbon
6. larutan yang diuji
7. gelas kimia
2. kabel penghubung
3. bola lampu
4. elektroda karbon
5. elektroda karbon
6. larutan yang diuji
7. gelas kimia
- Alat uji elektrolit disusun seperti gambar diatas.
- Masukkan setiap larutan sebanyak 50 mL ke dalam gelas kimia.
- Lakukan uji daya hantar listriknya. Jika memungkinkan, sebaiknya percobaan untuk beberapa larutan dilakukan bersamaan sehingga dapat diamati dan dibandingkan gejala hantaran tang terjadi.
- Amati perubahan yang terjadi! Catat sebagai data pengamatan!
Data Pengamatan
No
|
Bahan Uji
|
Bola Lampu
(Menyala/Tidak) |
Gelembung Gas
(Ada/Tidak Ada) |
Keterangan
|
1
|
Larutan HCl 1M
| |||
2
|
Larutan CH3COOH 1M
| |||
3
|
Larutan NH4OH 1M
| |||
4
|
Larutan NaOH 1M
| |||
5
|
Larutan NaCl 1M
| |||
6
|
Larutan gula 10%
| |||
7
|
Larutan urea 10%
| |||
8
|
Etanol (alkohol) 70%
|
Pertanyaan
- Berdasarkan pengamatan Anda, sebutkan gejala berlangsungnya hantaran arus listrik!
- Kelompokkan bahan uji tersebut ke dalam larutan yang dapat menghantarkan arus listrik (larutan elektrolit) dan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik (larutan non elektrolit)!
Selasa, 27 Agustus 2013
Ingat, pengumuman dan pendaftaran CPNS 1-20 September 2013
Seleksi CPNS (Dok. Istimewa).
Menurut jadwal yang dirilis Kementerian PAN-RB itu, pengumuman dan pendaftaran penerimaan CPNS jalur umum pada 2013 akan dilaksanakan pada 1-20 September mendatang.
Adapun pelaksanaan ujian Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) akan dilaksanakan pada 29 September untuk pelamar umum yang mengunakan sistem komputer atau Computer Assested Test (CAT).
Untuk yang menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) bagi pelamar umum dan Tenaga Honorer Kategori II dilaksanakan 3 November, dan untuk CPNS yang berasal dari jalur sekolah kedinasan akan dilaksanakan pada antara September–Oktober, tahun ini.
Pada minggu pertama sampai minggu keempat November akan dilaksanakan pengolahan hasil TKD dan TKB, selanjutnya pada minggu keempat November dan minggu ketiga Desember akan dilakukan pengumuman hasil seleksi CPNS.
Terima Master Soal
Sementara itu Menteri PAN-RB) Azwar Abubakar telah menerima master soal Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) untuk Ujian CPNS tahun 2013, yang yang disusun oleh Konsorsium 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Penyerahan master soal yang dilakukan di Kementerian PAN-RB, Senin (19/08), dihadiri oleh tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Pengadaan CPNS antara lain dari Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Kemendikbud, Puspendik, BKN, BPPT, BIN, dan konsorsium PTN.
Master soal tersebut kemudian oleh Menteri PANRB diserahkan kepada Tim dari Puspendik untuk diverifikasi dan divalidasi untuk keakuratan dan kelayanakan.
Dalam kesempatan tersebut Menteri PAN-RB Azwar Abubakar selaku ketua tim pengarah Panselnas pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), mengapresiasi tim konsorsium karena telah membantu Tim Panselnas dalam menyusun soal tes CPNS tahun 2013.
Sementara itu secara teknis Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja menyampaikan bahwa pelaksanaan tes CPNS dibagi dalam dua metode, yaitu sitem yang menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK) dan sistem Computer Assested Test (CAT). Bagi yang melaksanakan sistem CAT, Tes CPNS akan dimulai pada tanggal 29 September 2013. Ada 19 Kementerian dan Lembaga yang telah mendaftar untuk difasilitasi pelaksanaan tes CPNS 2013 dengan sistem CAT,” ujar Setiawan Wangsaatmaja.
Tes CPNS melalui sistem LJK baik dari kategori 2 maupun pelamar umum direncanakan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 3 November 2013.
Sementara itu Sekretaris Menteri PAN-RB Tasdik Kinanto pada kesempatan tersebut menghimbau kepada para pelamar yang ikut Ujian CPNS baik dari pelamar umum, Honorer K2, jangan terkecoh dan terbujuk rayu, iming-iming orang bisa meluluskan menjadi CPNS, itu tidak benar. Sebab kementerian PANRB sudah banyak menerima laporan semacam itu. “Lebih baik laporkan saja ke Kementerian PANRB apabila ada orang yang menyatakan demikian" tegas Tasdik Kinanto.
Ditambahkannya pengadaan CPNS tahun 2013 ini dilakukan secara terbuka dan transparan, dari segi kelulusan nanti juga akan diumumkan secara terbuka di media massa. Yang perlu disiapkan oleh para peserta Tes, belajar sungguh-sungguh dan focus.
Rabu, 17 Juli 2013
Alat-alat laboratorium Kimia beserta fungsinya
Baca Tutorialnya Di: http://dududth.blogspot.com/2013/03/nama-alat-alat-laboratorium-kimia.html
Postingan Dari Dududth.blogspot.com Silahkan Kunjungi blog saya
1 Labu Ukur
Menampung dan mencampur larutan kimia.
2 Tabung Reaksi
Menampung larutan dalam jumlah yang sedikit
3. Beker Gelas
Menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah yang banyak
4 Gelas Ukur
Mengukur volume larutan
5 Pipet Ukur
Mengukur volume larutan
6 Penjepit Tabung Reaksi
Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan
7 Pipet Tetes
Memindahkan beberapa tetes zat cair
8 Mortar dan Alu
Menggerus dan menghaluskan suatu zat
9 Botol Semprot
menyimpan aquadest dan digunakan untuk mencuci atau membilas
alat-alat dan bahan
10 Cawan Porselin
Wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi
11 Kawat Nikrom
Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala
12 Erlenmeyer
Menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil
penyaringan.
13 Pembakar Spirtus
Membakar zat atau memanaskan larutan
14 Batang Pengaduk
Mengaduk larutan
15 Kaca Arloji
Penutup gelas kimia , tempat menimbang bahan
16 Klem Buret
Memegang buret yang digunakan untuk titrasi
17 Statif
Menegakkkan corong, buret
18 Kertas saring
Menyaring larutan
19 Rak Tabung Reaksi
Tempat tabung reaksi
20 Bola Hisap
Menghisap larutan yang akan diukur
21 Corong
Menyaring cairan kimia
22 Kawat kasa
Sebagai alas penyebaran panas
23 Buret
Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu
24 Pipet gondok
Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu
25 Plat Tetes
Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil
26 Lemari Asam
Menyimpan larutan yang bersifat asam
27 Oven
Mengeringkan peralatan yang akan digunakan
28 Neraca
Mengukur jumlah zat yang diperlukan
29 Bunsen
Keperluan penggunaan api
30 Kertas indikator
Menentukan pH larutan
31 Centrifuge
Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan
32 Eksikator
Mendinginkan zat
33 Corong Pisah
Memisahkan larutan dan gas
34 Mikropipet
Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil
V. Pembahasan
a. Gelas Ukur digunakan untuk megukur volume larutan dengan cara melihat
meniscus secara tepat. Mata harus sejajar dengan gelas ukur, kemudian
lihat bagian meniscus bawah untuk mentukan volume larutan.
b. Buret digunakan untuk mentitrasi larutan, buret dipasangkan dengan
Erlenmeyer. Fungsi dari Erlenmeyer tersebut untuk menampung hasil
titrasi. Tangan kanan digunakan untuk memegang dan menggoyangkan
Erlenmeyer sedangkan tangan kiri untuk memegang keran buret.
c. Labu Ukur digunakan untuk mencampur larutan. Caranya masukkan
larutan ke dalam labu ukur. Simpan labu ukur di lengan tangan lalu
goyangkan ke arah atas dan bawah agar larutan tercampur.
d. Lemari Asam ini cara menggunakannya harus dinyalakan terlebih dahulu
tombolnya. Pintunya hanya boleh terbuka setengah badan. Gunakan masker
dan sarung tangan ketika membukanya.
e. Oven digunakan untuk mengeringkan alat-alat yang akan digunakan.
Hanya untuk alat-alat yang tahan terhadap panas.
f. Bunsen digunakan untuk keperluan penggunaan api. Selang bunsen harus
dihubungkan dengan kerang yang terhubung gas agar dapat mengeluarkan
api. Api yang dihasilkan bisa diatur sesuai kebutuhannya.
g. Kertas Indikator cara menggunakannnya perubahan warna yang dihasilkan
kertas indikator dicocokkan dengan table warna indikator.
h. Centrifuge cara kerjanya dengan memasukkan larutan ke dalam tabung
yang berada di dalam centrifuge. Jumlah tabung tersebut tidak boleh
hanya 1 karena di khawatirkan larutan yang berada dalam tabung akan
menyembur.
i. Eksikator digunakan untuk mendinginkan zat. Zat yang akan
didinginkan terlebih dimasukkan ke dalam krus. Lalu masukkan krus ke
dalam eksikator.
j. Corong Pisah cara menggunakannya masukkkan larutan ke dalam corong
dari atas dalam keadaan keran corong tertutup. Goyangkan corong agar
larutan tercampur. Balikkan corong dan buka kerannya agar gas yang
dihasilkan larutan tersebut keluar.
k. Mikropipet cara menggunakannya tekan berkali kali thumb knopnya untuk
memastikan lancarnya mikropipet. Tekan thumb knopnya dan masukkan
mikropipet ke dalam larutan. Tahan pipet dan lepaskan tekanan pada thumb
knop agar larutan tersebut keluar.
l. Neraca cara menggunakannnya harus dipastikan bahwa neraca tersebut
berada dalam keadaan yang stabil. Tekan tombol untuk menyalakan neraca,
beri alas seperti perkamen ketika akan mulai menimbang zat. Harus
diperhatikan juga kapasitas minimum dan maksimum bahan yang boleh
ditimbang.
Baca Tutorialnya Di: http://dududth.blogspot.com/2013/03/nama-alat-alat-laboratorium-kimia.html
Postingan Dari Dududth.blogspot.com Silahkan Kunjungi blog saya
Baca Tutorialnya Di: http://dududth.blogspot.com/2013/03/nama-alat-alat-laboratorium-kimia.html
Postingan Dari Dududth.blogspot.com Silahkan Kunjungi blog saya
1 Labu Ukur
Menampung dan mencampur larutan kimia.
2 Tabung Reaksi
Menampung larutan dalam jumlah yang sedikit
3. Beker Gelas
Menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah yang banyak
4 Gelas Ukur
Mengukur volume larutan
5 Pipet Ukur
Mengukur volume larutan
6 Penjepit Tabung Reaksi
Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan
7 Pipet Tetes
Memindahkan beberapa tetes zat cair
8 Mortar dan Alu
Menggerus dan menghaluskan suatu zat
9 Botol Semprot
menyimpan aquadest dan digunakan untuk mencuci atau membilas
alat-alat dan bahan
10 Cawan Porselin
Wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi
11 Kawat Nikrom
Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala
12 Erlenmeyer
Menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil
penyaringan.
13 Pembakar Spirtus
Membakar zat atau memanaskan larutan
14 Batang Pengaduk
Mengaduk larutan
15 Kaca Arloji
Penutup gelas kimia , tempat menimbang bahan
16 Klem Buret
Memegang buret yang digunakan untuk titrasi
17 Statif
Menegakkkan corong, buret
18 Kertas saring
Menyaring larutan
19 Rak Tabung Reaksi
Tempat tabung reaksi
20 Bola Hisap
Menghisap larutan yang akan diukur
21 Corong
Menyaring cairan kimia
22 Kawat kasa
Sebagai alas penyebaran panas
23 Buret
Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu
24 Pipet gondok
Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu
25 Plat Tetes
Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil
26 Lemari Asam
Menyimpan larutan yang bersifat asam
27 Oven
Mengeringkan peralatan yang akan digunakan
28 Neraca
Mengukur jumlah zat yang diperlukan
29 Bunsen
Keperluan penggunaan api
30 Kertas indikator
Menentukan pH larutan
31 Centrifuge
Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan
32 Eksikator
Mendinginkan zat
33 Corong Pisah
Memisahkan larutan dan gas
34 Mikropipet
Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil
V. Pembahasan
a. Gelas Ukur digunakan untuk megukur volume larutan dengan cara melihat
meniscus secara tepat. Mata harus sejajar dengan gelas ukur, kemudian
lihat bagian meniscus bawah untuk mentukan volume larutan.
b. Buret digunakan untuk mentitrasi larutan, buret dipasangkan dengan
Erlenmeyer. Fungsi dari Erlenmeyer tersebut untuk menampung hasil
titrasi. Tangan kanan digunakan untuk memegang dan menggoyangkan
Erlenmeyer sedangkan tangan kiri untuk memegang keran buret.
c. Labu Ukur digunakan untuk mencampur larutan. Caranya masukkan
larutan ke dalam labu ukur. Simpan labu ukur di lengan tangan lalu
goyangkan ke arah atas dan bawah agar larutan tercampur.
d. Lemari Asam ini cara menggunakannya harus dinyalakan terlebih dahulu
tombolnya. Pintunya hanya boleh terbuka setengah badan. Gunakan masker
dan sarung tangan ketika membukanya.
e. Oven digunakan untuk mengeringkan alat-alat yang akan digunakan.
Hanya untuk alat-alat yang tahan terhadap panas.
f. Bunsen digunakan untuk keperluan penggunaan api. Selang bunsen harus
dihubungkan dengan kerang yang terhubung gas agar dapat mengeluarkan
api. Api yang dihasilkan bisa diatur sesuai kebutuhannya.
g. Kertas Indikator cara menggunakannnya perubahan warna yang dihasilkan
kertas indikator dicocokkan dengan table warna indikator.
h. Centrifuge cara kerjanya dengan memasukkan larutan ke dalam tabung
yang berada di dalam centrifuge. Jumlah tabung tersebut tidak boleh
hanya 1 karena di khawatirkan larutan yang berada dalam tabung akan
menyembur.
i. Eksikator digunakan untuk mendinginkan zat. Zat yang akan
didinginkan terlebih dimasukkan ke dalam krus. Lalu masukkan krus ke
dalam eksikator.
j. Corong Pisah cara menggunakannya masukkkan larutan ke dalam corong
dari atas dalam keadaan keran corong tertutup. Goyangkan corong agar
larutan tercampur. Balikkan corong dan buka kerannya agar gas yang
dihasilkan larutan tersebut keluar.
k. Mikropipet cara menggunakannya tekan berkali kali thumb knopnya untuk
memastikan lancarnya mikropipet. Tekan thumb knopnya dan masukkan
mikropipet ke dalam larutan. Tahan pipet dan lepaskan tekanan pada thumb
knop agar larutan tersebut keluar.
l. Neraca cara menggunakannnya harus dipastikan bahwa neraca tersebut
berada dalam keadaan yang stabil. Tekan tombol untuk menyalakan neraca,
beri alas seperti perkamen ketika akan mulai menimbang zat. Harus
diperhatikan juga kapasitas minimum dan maksimum bahan yang boleh
ditimbang.
Baca Tutorialnya Di: http://dududth.blogspot.com/2013/03/nama-alat-alat-laboratorium-kimia.html
Postingan Dari Dududth.blogspot.com Silahkan Kunjungi blog saya
Baca Tutorialnya Di: http://dududth.blogspot.com/2013/03/nama-alat-alat-laboratorium-kimia.html
Postingan Dari Dududth.blogspot.com Silahkan Kunjungi blog saya
1 Labu Ukur
Menampung dan mencampur larutan kimia.
2 Tabung Reaksi
Menampung larutan dalam jumlah yang sedikit
3. Beker Gelas
Menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah yang banyak
4 Gelas Ukur
Mengukur volume larutan
5 Pipet Ukur
Mengukur volume larutan
6 Penjepit Tabung Reaksi
Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan
7 Pipet Tetes
Memindahkan beberapa tetes zat cair
8 Mortar dan Alu
Menggerus dan menghaluskan suatu zat
9 Botol Semprot
menyimpan aquadest dan digunakan untuk mencuci atau membilas
alat-alat dan bahan
10 Cawan Porselin
Wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi
11 Kawat Nikrom
Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala
12 Erlenmeyer
Menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil
penyaringan.
13 Pembakar Spirtus
Membakar zat atau memanaskan larutan
14 Batang Pengaduk
Mengaduk larutan
15 Kaca Arloji
Penutup gelas kimia , tempat menimbang bahan
16 Klem Buret
Memegang buret yang digunakan untuk titrasi
17 Statif
Menegakkkan corong, buret
18 Kertas saring
Menyaring larutan
19 Rak Tabung Reaksi
Tempat tabung reaksi
20 Bola Hisap
Menghisap larutan yang akan diukur
21 Corong
Menyaring cairan kimia
22 Kawat kasa
Sebagai alas penyebaran panas
23 Buret
Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu
24 Pipet gondok
Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu
25 Plat Tetes
Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil
26 Lemari Asam
Menyimpan larutan yang bersifat asam
27 Oven
Mengeringkan peralatan yang akan digunakan
28 Neraca
Mengukur jumlah zat yang diperlukan
29 Bunsen
Keperluan penggunaan api
30 Kertas indikator
Menentukan pH larutan
31 Centrifuge
Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan
32 Eksikator
Mendinginkan zat
33 Corong Pisah
Memisahkan larutan dan gas
34 Mikropipet
Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil
V. Pembahasan
a. Gelas Ukur digunakan untuk megukur volume larutan dengan cara melihat
meniscus secara tepat. Mata harus sejajar dengan gelas ukur, kemudian
lihat bagian meniscus bawah untuk mentukan volume larutan.
b. Buret digunakan untuk mentitrasi larutan, buret dipasangkan dengan
Erlenmeyer. Fungsi dari Erlenmeyer tersebut untuk menampung hasil
titrasi. Tangan kanan digunakan untuk memegang dan menggoyangkan
Erlenmeyer sedangkan tangan kiri untuk memegang keran buret.
c. Labu Ukur digunakan untuk mencampur larutan. Caranya masukkan
larutan ke dalam labu ukur. Simpan labu ukur di lengan tangan lalu
goyangkan ke arah atas dan bawah agar larutan tercampur.
d. Lemari Asam ini cara menggunakannya harus dinyalakan terlebih dahulu
tombolnya. Pintunya hanya boleh terbuka setengah badan. Gunakan masker
dan sarung tangan ketika membukanya.
e. Oven digunakan untuk mengeringkan alat-alat yang akan digunakan.
Hanya untuk alat-alat yang tahan terhadap panas.
f. Bunsen digunakan untuk keperluan penggunaan api. Selang bunsen harus
dihubungkan dengan kerang yang terhubung gas agar dapat mengeluarkan
api. Api yang dihasilkan bisa diatur sesuai kebutuhannya.
g. Kertas Indikator cara menggunakannnya perubahan warna yang dihasilkan
kertas indikator dicocokkan dengan table warna indikator.
h. Centrifuge cara kerjanya dengan memasukkan larutan ke dalam tabung
yang berada di dalam centrifuge. Jumlah tabung tersebut tidak boleh
hanya 1 karena di khawatirkan larutan yang berada dalam tabung akan
menyembur.
i. Eksikator digunakan untuk mendinginkan zat. Zat yang akan
didinginkan terlebih dimasukkan ke dalam krus. Lalu masukkan krus ke
dalam eksikator.
j. Corong Pisah cara menggunakannya masukkkan larutan ke dalam corong
dari atas dalam keadaan keran corong tertutup. Goyangkan corong agar
larutan tercampur. Balikkan corong dan buka kerannya agar gas yang
dihasilkan larutan tersebut keluar.
k. Mikropipet cara menggunakannya tekan berkali kali thumb knopnya untuk
memastikan lancarnya mikropipet. Tekan thumb knopnya dan masukkan
mikropipet ke dalam larutan. Tahan pipet dan lepaskan tekanan pada thumb
knop agar larutan tersebut keluar.
l. Neraca cara menggunakannnya harus dipastikan bahwa neraca tersebut
berada dalam keadaan yang stabil. Tekan tombol untuk menyalakan neraca,
beri alas seperti perkamen ketika akan mulai menimbang zat. Harus
diperhatikan juga kapasitas minimum dan maksimum bahan yang boleh
ditimbang.
Baca Tutorialnya Di: http://dududth.blogspot.com/2013/03/nama-alat-alat-laboratorium-kimia.html
Postingan Dari Dududth.blogspot.com Silahkan Kunjungi blog saya
Baca Tutorialnya Di: http://dududth.blogspot.com/2013/03/nama-alat-alat-laboratorium-kimia.html
Postingan Dari Dududth.blogspot.com Silahkan Kunjungi blog saya
Langganan:
Postingan (Atom)