Mengatasi Anak Malas Belajar
Seringkali para orang tua dan guru mengukum dan menghina anak yang malas. Hal ini menimbulkan rasa kurang puas pada anak, sang anak akan kehilangan kepercayaan diri dan runtuh kepribadiannya. Padahal kemalasan itu amat membutuhkan simpati, kasih sayang dan penanganan yang tepat. Untuk itu upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi anak malas belajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Memberi Sentuhan pada Titik Peka Anak
Sebagai orang tua sekaligus sebagai pendidik bagi anak harus memiliki kesabaran untuk memulai menyentuh titik peka anak dengan memberi perhatian khusus pada hal-hal yang amat menarik perhatian anak. Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh tanggapan dan perhatian anak. Dengan demikian anak tentunya akan terbuka menerima pendapat dengan perasaan senang dan gembira, bebas dari perasaan tertekan, takut dan terpaksa. Pada akhirnya aanak akan menerima pemahaman, betapa penting dan dibutuhkan proses belajar untuk mencapai tujuan (memperoleh keperkasaan menurut daya nalarnya). Dalam hatinya pun tergerak untuk melakukan dan merencanakan kegiatan belajarnya. Hanya saja di sini dibutuhkan kesabaran anda untuk melakukan pendekatan kepada anak.
Membangkitkan Nilai Plus Anak
Satu pengharapan orang tua tentunya menginginkan anak itu terpacu semangatnya untuk belajar. Anak belajar atas inisiatif, kesadaran sendiri dan proses belajar itu sudah menjadi suatu kesadaran kebutuhannya untuk mencapai suatu kecakapan khusus serta ingin menonjolkan kelebihan-kelebihannya lebih dari yang lainnya.
Untuk menyentuh perasaan atau keinginan bawah sadar anak agar dirinya merasa “tertantang” untuk berbuat sesuatu/melakukan sesuatu yang positif, anda dapat mengambil contoh dari tokoh film herois dan tokh dunia yang sukses. Anda dapat mengungkapkan, bahwa untuk menjadi orang yang sukses dibutuhkan perencanaan belajar, cara-cara belajar yang baik, tahu apa yang hendak dipelajari dan tahu menerapkan apa yang dipelajari, sehingga tertanam pemahaman belajar yang bukan asal belajar.
Mengembangkan Cita-Cita Anak
Anda harus berperan aktif untuk mendorong anak agar memiliki cita-cita hidup sesuai dengan taraf perkembangan daya nalarnya dan usianya. Cita-cita anak selalu berubah sesuai dengan perkembangan usia dan daya nalar anak. Anda dapat memberi contoh agar anak mau mengembangkan imajinasi dirinya atau mengidentifikasikan dirinya jika sudah dewasa ingin menjadi apa drinya. Dengan terpatrinya sebuah cita-cita hidup dalam hati nurani anak, akan menumbuhkan motivasi instrinsik pad adiri anak untuk lebih giat belajar dan lebih terbuka untuk mengembangkan perencanaan belajarnya
Menentukan Waktu Belajar Anak yang Tepat
Jika anak anda telah sadar dan tergerak hatinya untuk melakukan kegiatan belajar kesempatan yang baik ini jangan anda sia-siakan. Anda dapat mengarahkan dan menentukan kapan waktu belajar anak. Hal-hal yang perlu diperhitungkan dalam menentukan waktu belajar anak di rumah, antara lain:
- Sesuai dengan keinginan anak
- Jangan berbenturan dengan waktu keinginan-keinginan lain yang
dominan pada anak, seperti ingin menonton film kartun favoritnya, dan sebagainya.
- Kondisi fisik dan psikis anak dalam keadaan fresh (segar) bebas dari rasa lelah,
mengantuk,gangguan penyakit, rasa marah dan sebagainya
Mengembangkan Tujuan Belajar
Agar anak mengetahui mafaat dan arah yang dipelajarinya, biasakan akan belajar dengan bertujuan. Dengan adanya tujuan belajar akan lebih bermakna, karena anak mengetahui dengan jelas apa yang hendak dipelajari dan apa yang dikuasainya. Anak pun akan mudah memusatkan perhatian pada pelajarannya.
Mengembangkan Cara-Cara Belajar yang Baik pada Anak
Gairah belajar anak akan tumbuh jika dirinya mengetahui bagaimana cara belajar yang efektif dan efesien. Untuk mencapai tujuan belajar anak, anda perlu membekali anak bagaimana cara-cara belajar yang efektif dan efesien. Ana dapat mananamkan pengertian pada anak bahwa dalam belajar juga sangat dibutuhkan teknik belajar yang bai, agar belajar itu lebih bermakna dan memudahkan pencapaian tujuan belajar.
Mengembangkan rasa percaya diri anak
Sudah tentu menjadi suatu keharusan bagi anda untuk bisa membangkitkan dan memupuk rasa percaya diri anak sedini mungkin. Rasa percaya diri adalah sumber motivasi yang besar bagi anak untuk memusatkan perhatian pada pelajarannya. Dengan adanya percaya diri pada anak, akan tumbuh semangat “dia mampu berbuat atau melakukan”. Sesuatu yang sulit dalam pelajaran mejadi tantangan untuk ditaklukkan dan utnuk dikuasai. Anak punya keyakinan mampu melakukan tidak akan gampang menyerah dalam menghadapi kesulitan atau hambatan dalam belajar. Kreativitas dan imajinasi berpikir akan berkembang untuk mencari cara-cara mengatasi kesulitan.
Disunting dari pendapat:
Surya, Hendra. 2003. Kiat Mengajak Anak Belajar dan Berprestasi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Kamis, 21 Januari 2010
Jumat, 15 Januari 2010
KUOTA SERTIFIKASI GURU TAHUN 2010
Pelaksanaan Sertifikasi Guru merupakan salah satu implementasi dari Undang‐Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Agar sertifikasi guru dapat direalisasikan dengan baik perlu pemahaman bersama antara berbagai unsur yang terlibat, baik di pusat maupun didaerah. Oleh karena itu, perlu ada koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan
sertifikasi guru agar pesan Undang‐Undang tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan. Salah satu bagian penting dalam sertifikasi guru adalah rekrutmen dan penetapan calon pesertanya. Untuk itu diperlukan sebuah pedoman yang dapat menjadi acuan bagi dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan
kabupaten/kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), kepala sekolah, guru, guru yang diangkat dalam jabatan pengawas, dan unsur lain yang terkait dalam sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2010.
KUOTA SERTIFIKASI :
Secara nasional kuota sertifikasi guru tahun 2010 adalah 200.000 orang
KUOTA PROPINSI :
No Propinsi Wajar Dikdas Dikmen Jumlah
1 DKI JAKARTA 6952 1653 8605
2 JAWA BARAT 25400 6033 31433
3 JAWA TENGAH 23647 5618 29265
4 DI. YOGYAKARTA 6637 1576 8213
5 JAWA TIMUR 28309 6726 35035
6 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 2476 590 3066
7 SUMATERA UTARA 6016 1431 7447
8 SUMATERA BARAT 5163 1227 6390
9 R I A U 2.877 684 3.561
10 JAMBI 2541 604 3145
11 SUMATRA SELATAN 5575 1324 6899
12 LAMPUNG 5334 1268 6602
13 KALIMANTAN BARAT 1833 447 2330
14 KALIMANTAN TENGAH 822 196 1018
15 KALIMANTAN SELATAN 3412 812 4224
16 KALIMANTAN TIMUR 1907 453 2360
17 SULAWESI UTARA 2947 699 3646
18 SULAWESI TENGAH 1915 456 2371
19 SULAWESI SELATAN 7701 1815 9516
20 SULAWESI TENGGARA 2582 613 3195
21 MALUKU 1502 359 1861
22 B A L I 2671 634 3305
23 NUSA TENGGARA BARAT 1805 430 2235
24 NUSA TENGGARA TIMUR 1692 403 2095
25 PAPUA 604 150 754
26 BENGKULU 1386 329 1715
27 MALUKU UTARA 393 95 488
28 BANTEN 3834 913 4747
29 BANGKA BELITUNG 621 148 769
30 GORONTALO 962 228 1190
31 KEPULAUAN RIAU 906 221 1127
32 KALIMANTAN BARAT 1883 447 2330
33 KALIMANTAN TENGAH 822 196 1018
161.594 38.406 200.000
RUMUS PERHITUNGAN KUOTA KABUPATEN/KOTA :
Rumus perhitungan kuota kabupaten/kota adalah sebagai berikut.
KK =GK : GP x KP
KK = jumlah kuota kabupaten/kota
GK = jumlah guru kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan
GP = jumlah guru provinsi yang memenuhi persyaratan
KP = jumlah kuota provinsi
Contoh:
Jumlah guru di Kabupaten “AB” = 11.516 guru
Jumlah guru di Provinsi “A” sebesar = 55.526 guru
Jumlah kuota Provinsi “A” tahun 2010 = 4.214 guru
Maka kuota untuk Kabupaten “AB” dapat dihitung sebagai berikut :
KKAB = 11.516 : 55.526 x 4.214= 874
Jadi kuota untuk Kabupaten “AB” tahun 2010 adalah 874 guru,
terdiri atas:
a. Kuota guru PNS maksimal = 85% x 874 = 743 guru
b. Kuota guru bukan PNS minimal = 15% x 874 = 131 guru
Rumus perhitungan kuota guru pendidikan dasar (TK, SD, SMP),SLB dan pengawas dikdas tiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut:
KGPD = KK X GPD : GK
Rumus perhitungan kuota guru pendidikan menengah (SMA, SMK) tiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut:
KGPM = KK X GPM : GK
KK = jumlah kuota kabupaten/kota
GK = jumlah guru kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan
GPD = jumlah guru pendidikan dasar, guru SLB dan pengawas dikdas kabupaten/kota yang
memenuhi persyaratan
GPM = jumlah guru pendidikan menengah dan pengawas dikmen kabupaten/kota yang
memenuhi persyaratan
KGPD = jumlah kuota guru dikdas
KGPM = jumlah kuota guru dikmen
Demikian.
(Sumber : Buku I Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2010 )
sertifikasi guru agar pesan Undang‐Undang tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan. Salah satu bagian penting dalam sertifikasi guru adalah rekrutmen dan penetapan calon pesertanya. Untuk itu diperlukan sebuah pedoman yang dapat menjadi acuan bagi dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan
kabupaten/kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), kepala sekolah, guru, guru yang diangkat dalam jabatan pengawas, dan unsur lain yang terkait dalam sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2010.
KUOTA SERTIFIKASI :
Secara nasional kuota sertifikasi guru tahun 2010 adalah 200.000 orang
KUOTA PROPINSI :
No Propinsi Wajar Dikdas Dikmen Jumlah
1 DKI JAKARTA 6952 1653 8605
2 JAWA BARAT 25400 6033 31433
3 JAWA TENGAH 23647 5618 29265
4 DI. YOGYAKARTA 6637 1576 8213
5 JAWA TIMUR 28309 6726 35035
6 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 2476 590 3066
7 SUMATERA UTARA 6016 1431 7447
8 SUMATERA BARAT 5163 1227 6390
9 R I A U 2.877 684 3.561
10 JAMBI 2541 604 3145
11 SUMATRA SELATAN 5575 1324 6899
12 LAMPUNG 5334 1268 6602
13 KALIMANTAN BARAT 1833 447 2330
14 KALIMANTAN TENGAH 822 196 1018
15 KALIMANTAN SELATAN 3412 812 4224
16 KALIMANTAN TIMUR 1907 453 2360
17 SULAWESI UTARA 2947 699 3646
18 SULAWESI TENGAH 1915 456 2371
19 SULAWESI SELATAN 7701 1815 9516
20 SULAWESI TENGGARA 2582 613 3195
21 MALUKU 1502 359 1861
22 B A L I 2671 634 3305
23 NUSA TENGGARA BARAT 1805 430 2235
24 NUSA TENGGARA TIMUR 1692 403 2095
25 PAPUA 604 150 754
26 BENGKULU 1386 329 1715
27 MALUKU UTARA 393 95 488
28 BANTEN 3834 913 4747
29 BANGKA BELITUNG 621 148 769
30 GORONTALO 962 228 1190
31 KEPULAUAN RIAU 906 221 1127
32 KALIMANTAN BARAT 1883 447 2330
33 KALIMANTAN TENGAH 822 196 1018
161.594 38.406 200.000
RUMUS PERHITUNGAN KUOTA KABUPATEN/KOTA :
Rumus perhitungan kuota kabupaten/kota adalah sebagai berikut.
KK =GK : GP x KP
KK = jumlah kuota kabupaten/kota
GK = jumlah guru kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan
GP = jumlah guru provinsi yang memenuhi persyaratan
KP = jumlah kuota provinsi
Contoh:
Jumlah guru di Kabupaten “AB” = 11.516 guru
Jumlah guru di Provinsi “A” sebesar = 55.526 guru
Jumlah kuota Provinsi “A” tahun 2010 = 4.214 guru
Maka kuota untuk Kabupaten “AB” dapat dihitung sebagai berikut :
KKAB = 11.516 : 55.526 x 4.214= 874
Jadi kuota untuk Kabupaten “AB” tahun 2010 adalah 874 guru,
terdiri atas:
a. Kuota guru PNS maksimal = 85% x 874 = 743 guru
b. Kuota guru bukan PNS minimal = 15% x 874 = 131 guru
Rumus perhitungan kuota guru pendidikan dasar (TK, SD, SMP),SLB dan pengawas dikdas tiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut:
KGPD = KK X GPD : GK
Rumus perhitungan kuota guru pendidikan menengah (SMA, SMK) tiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut:
KGPM = KK X GPM : GK
KK = jumlah kuota kabupaten/kota
GK = jumlah guru kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan
GPD = jumlah guru pendidikan dasar, guru SLB dan pengawas dikdas kabupaten/kota yang
memenuhi persyaratan
GPM = jumlah guru pendidikan menengah dan pengawas dikmen kabupaten/kota yang
memenuhi persyaratan
KGPD = jumlah kuota guru dikdas
KGPM = jumlah kuota guru dikmen
Demikian.
(Sumber : Buku I Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2010 )
Kamis, 14 Januari 2010
TIPS MENGHADAPI UJIAN NASIONAL 2010
Menjelang ujian, siswa harus belajar ekstra ketat. Sukses atau gagalnya ujian yang kamu hadapi tergantung dari persiapan fisik dan mental kamu. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu kamu menghadapi ujian :
Persiapkan Diri Kamu
Jelas bahwa belajar adalah kunci utama menghadapi ujian. Akan lebih baik jika kamu mencicil belajar dari jauh hari sebelumnya dan adakan latihan pra ujian, kamu bisa mengerjakan soal-soal ujian yang ada di buku yang berisi model soal-soal ujian, sehingga kamu lebih siap menghadapi ujian.
Ukur Kekuatan
Dalam hal ini siswa harus mempunyai gambaran jelas tentang kondisi dirinya. Memahami kekuatan, kemampuan dan kelemahan yang dimiliki, dalam materi pelajaran apa siswa mengalami kesulitan untuk memahaminya. Apabila ada pelajaran yang kurang dimengerti, maka belajarnya harus lebih giat lagi.
Menjaga Kesehatan
Kesehatan merupakan modal utama kamu bisa melakukan segala aktivitas termasuk belajar. Untuk itu siswa hendaknya selalu menjaga kesehatan, sehingga saat ujian tubuh dalam keadaan segar, sehat dan fit. Perhatikan juga waktu tidur jangan sampai kurang, konsumsi makanan yang bergizi, jangan lupa olahraga secara teratur.
Siapkan Peralatan Ujian Dengan Baik
Setiap ujian membutuhkan peralatan yang berbeda-beda, misal ujian menggambar berbeda dengan ujian tertulis biasa. Pastikan kamu membawa peralatan yang kamu butuhkan.
Datang Lebih Awal
Datang minimal 15 menit sebelum ujian dilaksanakan, kamu akan punya waktu mempersiapkan mental dan fisikmu. Ini akan membantu kamu lebih berkonsentrasi selama mengerjakan ujian.
Tenang dan Percaya diri
Sebelum mengerjakan soal biasakan untuk berdo’a. Dengan berdo’a kamu akan lebih tenang dan percaya diri.
Jangan tegang
Santailah dalam mengerjakan setiap soal sebab kondisi tegang saat ujian akan merusak konsentrasimu.
Membaca Perintah ujian
Bacalah perintah ujian dengan baik dan tidak terburu-buru, sebab seringkali mengabaikan perintah menjawab soal membuat kamu salah dalam memberi atau memilih jawaban.
Seleksi Soal
Dahulukan soal yang kamu anggap mudah, ini akan membantu kamu dalam efisiensi waktu.
Hati-hati Dalam Mengisi Lembar Jawaban
Untuk soal pilihan ganda abaikan jawaban yang kamu tahu salah, jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahuinya secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai diberlakukan. Untuk soal ujian esai pikirkan dulu jawaban sebelum menjawab, buat kerangka singkat dengan mencatat beberapa ide yang ingin kamu tulis.
Koreksi Kembali Jawaban Soal
Periksa kembali jawaban yang sudah kamu tulis, hingga bila ada kekurangan kamu dapat dengan segera bisa memperbaiki jawaban.
Jangan Terburu-buru
Jangan pernah mengerjakan ujian dengan terburu-buru atau tergesa-gesa, ini bisa menyebabkan jawaban ujian tidak maksimal, kalau sudah selesai mengerjakanpun jangan terburu-buru untuk meninggalkan ruangan, pergunakan sisa waktu untuk memeriksa kembali jawabanmu.
Tutup Dengan Do’a
Sebagaimana kamu berdo’a memulai ujian, berdo’alah juga setelah selesai mengerjakan. Dan ingat manusia hanya bisa berencana, Tuhan jugalah yang menentukan hasilnya.
Semoga apa yang kamu kerjakan benar dan mendapat nilai yang baik. Semoga berhasil dan sukses
Persiapkan Diri Kamu
Jelas bahwa belajar adalah kunci utama menghadapi ujian. Akan lebih baik jika kamu mencicil belajar dari jauh hari sebelumnya dan adakan latihan pra ujian, kamu bisa mengerjakan soal-soal ujian yang ada di buku yang berisi model soal-soal ujian, sehingga kamu lebih siap menghadapi ujian.
Ukur Kekuatan
Dalam hal ini siswa harus mempunyai gambaran jelas tentang kondisi dirinya. Memahami kekuatan, kemampuan dan kelemahan yang dimiliki, dalam materi pelajaran apa siswa mengalami kesulitan untuk memahaminya. Apabila ada pelajaran yang kurang dimengerti, maka belajarnya harus lebih giat lagi.
Menjaga Kesehatan
Kesehatan merupakan modal utama kamu bisa melakukan segala aktivitas termasuk belajar. Untuk itu siswa hendaknya selalu menjaga kesehatan, sehingga saat ujian tubuh dalam keadaan segar, sehat dan fit. Perhatikan juga waktu tidur jangan sampai kurang, konsumsi makanan yang bergizi, jangan lupa olahraga secara teratur.
Siapkan Peralatan Ujian Dengan Baik
Setiap ujian membutuhkan peralatan yang berbeda-beda, misal ujian menggambar berbeda dengan ujian tertulis biasa. Pastikan kamu membawa peralatan yang kamu butuhkan.
Datang Lebih Awal
Datang minimal 15 menit sebelum ujian dilaksanakan, kamu akan punya waktu mempersiapkan mental dan fisikmu. Ini akan membantu kamu lebih berkonsentrasi selama mengerjakan ujian.
Tenang dan Percaya diri
Sebelum mengerjakan soal biasakan untuk berdo’a. Dengan berdo’a kamu akan lebih tenang dan percaya diri.
Jangan tegang
Santailah dalam mengerjakan setiap soal sebab kondisi tegang saat ujian akan merusak konsentrasimu.
Membaca Perintah ujian
Bacalah perintah ujian dengan baik dan tidak terburu-buru, sebab seringkali mengabaikan perintah menjawab soal membuat kamu salah dalam memberi atau memilih jawaban.
Seleksi Soal
Dahulukan soal yang kamu anggap mudah, ini akan membantu kamu dalam efisiensi waktu.
Hati-hati Dalam Mengisi Lembar Jawaban
Untuk soal pilihan ganda abaikan jawaban yang kamu tahu salah, jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahuinya secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai diberlakukan. Untuk soal ujian esai pikirkan dulu jawaban sebelum menjawab, buat kerangka singkat dengan mencatat beberapa ide yang ingin kamu tulis.
Koreksi Kembali Jawaban Soal
Periksa kembali jawaban yang sudah kamu tulis, hingga bila ada kekurangan kamu dapat dengan segera bisa memperbaiki jawaban.
Jangan Terburu-buru
Jangan pernah mengerjakan ujian dengan terburu-buru atau tergesa-gesa, ini bisa menyebabkan jawaban ujian tidak maksimal, kalau sudah selesai mengerjakanpun jangan terburu-buru untuk meninggalkan ruangan, pergunakan sisa waktu untuk memeriksa kembali jawabanmu.
Tutup Dengan Do’a
Sebagaimana kamu berdo’a memulai ujian, berdo’alah juga setelah selesai mengerjakan. Dan ingat manusia hanya bisa berencana, Tuhan jugalah yang menentukan hasilnya.
Semoga apa yang kamu kerjakan benar dan mendapat nilai yang baik. Semoga berhasil dan sukses
Langganan:
Postingan (Atom)