1. Larutan di bawah
ini :
HCl, HF ,HNO3, NaOH,CH3COOH yang
merupakan asam lemah adalah...
a. HCl
b. HF
c. HNO3
d. NaOH
e. CH3COOH
2. NH3, HF, NaOH, Ca(OH)2,Ba(OH)2,HCN,CH3COOH, H2S,H2CO3, NH4OH
Senyawa
yang merupakan basa kuat adalah...
a. NH3, HF
b. NaOH, Ca(OH)2
c. H2CO3, NH4OH
d. CH3COOH, H2S
e. Ba(OH)2,HCN
3. Berikut ini
trayek pH indikator :
Suatu larutan ditetesi metil merah menjadi
kuning, dengan fenolftalein tak berwarna dan dengan bromtimul biru
menjadi biru, harga pH Larutan...
a. Kurang dari 4,2
b. antara 4,4 - 6,0
c. kurang dari 7
d. lebih dari 8
e. antara 7,6 - 8,0
4. pH larutan H2SO4
0,001 adalah...
a. 2
b. 3
c. 3 -log 2
d. 2 - log 3
e. 3 - log 3
5. pH larutan NaOH
0,01 M adalah...
a. 2
b. 2 - log 2
c. 1 - log2
d. 12
e. 14
|
Kamis, 24 Juni 2010
Soal Latihan pH larutan Asam Basa
Selasa, 22 Juni 2010
Di Facebook; Saya Ingin Bapak Jadi Walikota
TAK hanya unggul melalui survei atau polling yang diselenggarakan sebuah
lembaga survei. Di dunia maya, baik melalui blog ataupun website maupun
akun jejaring sosial seperti facebook, pasangan H Syaharie Jaang dan H
Nusyirwan tetap unggul.
Di Facebook, relawan dan pendukung Jaa,Nur membuat berbagai grup. Komentar semangat dan dukungan untuk memenangkan pasangan Jaa,Nur satu putaran terus menguat.
Pendukung Jaa,Nur di dunia maya itu pun bermacam memberi nama pribadi dan grup. Seperti AyodukungSyaharie Jaang, Fps (Bersahaja Kota Samarinda), Forkkot bersama Jaa,Nur rakyat Harus Menang, Jaang-Nusyirwan Center (Blog) Jaa,Nur Pasangan Paling Ideal Memimpin Samarinda dan Mediacenter Jaanurprorakyat (Grup).
Adapula Tim Samarinda Bersatu Tsb, Gema Sajuta, Formas SJ, Janur Walikota, ProSyaharieJaang, Jaanur PKS (Jaang-Nusyirwan Pemimpin Kota Samarinda) 2010-2015, www.Jaanur.com (website) dan banyak nama-nama lainnya. Bahkan ada yang memberi nama Jaa,Nur For Sinjai 2013 atau Jaa,Nur Untuk Pekalongan dan Madura.
Sebuah grup pendukung Jaang-Nusyirwan menuliskan, bagi Anda yang menginginkan Samarinda lebih maju dan pro rakyat serta Anda termasuk pendukung H Syaharie Jaang sebagai Cawali dan H Nursyirwan Ismail sebagai Cawawali, silakan bergabung di group ini.
Grup ini menjelaskan, grup mereka dalah grup masyarakat Samarinda dari berbagai etnis, golongan, agama dan kelompok masyarakat lainnya yang peduli dengan pembangunan Samarinda. Bila ada lebih menonjolkan etnis, melecehkan perempuan atau penyandang cacat sebaiknya jangan bergabung di grup ini.
"Sesungguhnya, jalan mencapai itu berat, lebih berat lagi bertahan di posisi puncak. Barang siapa mengintip pahala karena keikhlasan niscaya jadi ringanlah tugas yang berat itu. Mari kita satukan langkah, bulatkan tekad untuk memilih pasangan Jaa,Nur menuju Kota Samarinda lebih bermartabat," tulis Fatur Rahman di status dinding facebook.
"Saya ingin bapak menjadi walikota Samarinda. Saya percaya bapak mampu mengubah Samarinda menjadi lebih baik, lebih bersih, tertib dan indah, maju terus pak," tulis Dewi Indah Obos.
Yan Mahyudin Natsir Rasad menuliskan singkat Hidup Jaa,Nur. Huda Cr Yuda No.2 menyebutkan, bekerja dengan hati melayani rakyat .... pasti menang.
Menurut L-Mie, nomor 2 pasti menang. Wndunarko Peodji di status lain sebuah grup pendukung Jaa,Nur menuliskan, sukses tuk Pak Jaang, Pak Nusyirwan saya pendukung anda. Menurut Fatur Rahman, kemenangan sudah di ujung mata, pastikan dengan kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras serta doa pada yang kuasa, amien ya rabbal alamin. "Mantap" tulis Emhan Gokil. (*/Mc pro rakyat/bersambung).
Di Facebook, relawan dan pendukung Jaa,Nur membuat berbagai grup. Komentar semangat dan dukungan untuk memenangkan pasangan Jaa,Nur satu putaran terus menguat.
Pendukung Jaa,Nur di dunia maya itu pun bermacam memberi nama pribadi dan grup. Seperti AyodukungSyaharie Jaang, Fps (Bersahaja Kota Samarinda), Forkkot bersama Jaa,Nur rakyat Harus Menang, Jaang-Nusyirwan Center (Blog) Jaa,Nur Pasangan Paling Ideal Memimpin Samarinda dan Mediacenter Jaanurprorakyat (Grup).
Adapula Tim Samarinda Bersatu Tsb, Gema Sajuta, Formas SJ, Janur Walikota, ProSyaharieJaang, Jaanur PKS (Jaang-Nusyirwan Pemimpin Kota Samarinda) 2010-2015, www.Jaanur.com (website) dan banyak nama-nama lainnya. Bahkan ada yang memberi nama Jaa,Nur For Sinjai 2013 atau Jaa,Nur Untuk Pekalongan dan Madura.
Sebuah grup pendukung Jaang-Nusyirwan menuliskan, bagi Anda yang menginginkan Samarinda lebih maju dan pro rakyat serta Anda termasuk pendukung H Syaharie Jaang sebagai Cawali dan H Nursyirwan Ismail sebagai Cawawali, silakan bergabung di group ini.
Grup ini menjelaskan, grup mereka dalah grup masyarakat Samarinda dari berbagai etnis, golongan, agama dan kelompok masyarakat lainnya yang peduli dengan pembangunan Samarinda. Bila ada lebih menonjolkan etnis, melecehkan perempuan atau penyandang cacat sebaiknya jangan bergabung di grup ini.
"Sesungguhnya, jalan mencapai itu berat, lebih berat lagi bertahan di posisi puncak. Barang siapa mengintip pahala karena keikhlasan niscaya jadi ringanlah tugas yang berat itu. Mari kita satukan langkah, bulatkan tekad untuk memilih pasangan Jaa,Nur menuju Kota Samarinda lebih bermartabat," tulis Fatur Rahman di status dinding facebook.
"Saya ingin bapak menjadi walikota Samarinda. Saya percaya bapak mampu mengubah Samarinda menjadi lebih baik, lebih bersih, tertib dan indah, maju terus pak," tulis Dewi Indah Obos.
Yan Mahyudin Natsir Rasad menuliskan singkat Hidup Jaa,Nur. Huda Cr Yuda No.2 menyebutkan, bekerja dengan hati melayani rakyat .... pasti menang.
Menurut L-Mie, nomor 2 pasti menang. Wndunarko Peodji di status lain sebuah grup pendukung Jaa,Nur menuliskan, sukses tuk Pak Jaang, Pak Nusyirwan saya pendukung anda. Menurut Fatur Rahman, kemenangan sudah di ujung mata, pastikan dengan kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras serta doa pada yang kuasa, amien ya rabbal alamin. "Mantap" tulis Emhan Gokil. (*/Mc pro rakyat/bersambung).
Rabu, 09 Juni 2010
Syaharie Ja’ang Paparkan 9 Langkah Atasi Banjir
Banjir yang selalu terjadi di kota Samarinda secara langsung atau
tidak langsung mengganggu pembangunan daerah. Karena itu perlu ada
langkah-langkah serius untuk mengatasinya sehingga pembanguna
n Samarinda
bisa berjalan sesuai harapan.
Sejauh ini Pemerintah Kota Samarinda, dengan dukungan Pemprop Kaltim dan pemerintah pusat telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan banjir tersebut.
Komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengimplementasikan program pengendalian banjir kota Samarinda perlu diwujudkan secara tepat dan cepat sebagai tindakan awal yang berkelanjutan untuk mengatasi persoalan banjir di Samarinda.
Melihat kondisi itu Wakil Walikota Samarinda yang juga Pembina FORMAS SJ mencoba menawarkan 9 langkah untuk mengatasi masalah banjir di Samarinda yang diantaranya adalah relokasi pemukiman Sungai Karang Mumus (SKM), daerah rawan banjir terbesar Samarinda terdapat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Karang Mumus. “Ini (relokasi,red) harus jadi langkah prioritas,” tegas Syaharie Jaang pada acara Presentasi 9 Langkah Syaharie Jaang mengendalikan Banjir kota Samarinda sekaligus pelantikan Pengurus FORMAS SJ di Gedung Guang Dong Samarinda, Sabtu (30/5).
Langkah berikutnya adalah pemeliharaan dan normalisasi alur sungai. Menurunya kapasitas aliran alur sungai merupakan salah satu penyebab meluasnya dareah genangan air, oleh sebab itu penurapan dan normalisasi SKM. Selanjutnya langkah ketiga melakukan penanganan secara tepat daerah resapan air. Luapan banjir juga disebabkan berkurangnya retensi daerah-daerah resapan air, sehingga perlu dilakukan kembali atau memfungsikan kembali daerah rawa (revitalisasi rawa) seperti di daerah Pampang, Bengkuring, Bayur, Damanhuri, Gunung Lingai, Sampaja, Palaran dan Simpang Pasir.
Langkah keempat memperketat perijinan pertambangan, peninjauan kembali ijin pertambangan di bawah kewenangan Pemkot serta pengawasan dan evaluasi lingkungan. Langkah kelima penghijauan kembali pada daerah-daerah kritis, akibat menurunya kualitas vegetasi tutupan lahan pada sub-sub DAS kota Samarinda mengakibatkan meluasnya daerah rawan banjir. Gerakan ini telah dilakukan Pemkot bekerjasama dengan GNKPA (Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air) yang dilakukan secara bertahap untuk daerah Gunung Batu Cermin, Bengkuring dan Bayur. Langkah ke enam pembangunan system pompanisasi dan pintu air secara topografi 36,20% wilayah kota Samarinda mempunyai kemiringan lahan yang cukup landai antara 0 hingga 2 persen, karena itu selain pembangunan pintu air dan pompa banjir di outlet-outlet anak SKM (8 lokasi), Karang Asam besar dan Karang Asam Kecil.
Langkah ketujuh menyiapkan pompa banjir Mobile di daerah rawan banjir, pompa banjir yang mudah dibawa ke lokasi-lokasi rawan banjir untuk mempercepat penurunan muka air banjir atau genangan. Langkah ke delapan pembangunan bendungan pengendali banjir folder dan peningkatan kapasitas bendungan Benanga, Pemkot dan Pemprov serta Pemerintah Pusat akan membangun waduk pengendali banjir, kolam retensi, folder, revitalisasi rawa dan peningkatan kapasitas bendungan Benanga.
Langkah kesembilan pemeliharaan dan pembersihan drainase atau saluran air di daerah pemukiman dan kota, perlu adanya peningkatan kapasitas aluran drainase yang ada dalam bentuk kegiatan pemeliharaan dan pembersihan saluran dari sedimentasi dan sampah terutama di daerah pemukiman.
Sejauh ini Pemerintah Kota Samarinda, dengan dukungan Pemprop Kaltim dan pemerintah pusat telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan banjir tersebut.
Komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengimplementasikan program pengendalian banjir kota Samarinda perlu diwujudkan secara tepat dan cepat sebagai tindakan awal yang berkelanjutan untuk mengatasi persoalan banjir di Samarinda.
Melihat kondisi itu Wakil Walikota Samarinda yang juga Pembina FORMAS SJ mencoba menawarkan 9 langkah untuk mengatasi masalah banjir di Samarinda yang diantaranya adalah relokasi pemukiman Sungai Karang Mumus (SKM), daerah rawan banjir terbesar Samarinda terdapat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Karang Mumus. “Ini (relokasi,red) harus jadi langkah prioritas,” tegas Syaharie Jaang pada acara Presentasi 9 Langkah Syaharie Jaang mengendalikan Banjir kota Samarinda sekaligus pelantikan Pengurus FORMAS SJ di Gedung Guang Dong Samarinda, Sabtu (30/5).
Langkah berikutnya adalah pemeliharaan dan normalisasi alur sungai. Menurunya kapasitas aliran alur sungai merupakan salah satu penyebab meluasnya dareah genangan air, oleh sebab itu penurapan dan normalisasi SKM. Selanjutnya langkah ketiga melakukan penanganan secara tepat daerah resapan air. Luapan banjir juga disebabkan berkurangnya retensi daerah-daerah resapan air, sehingga perlu dilakukan kembali atau memfungsikan kembali daerah rawa (revitalisasi rawa) seperti di daerah Pampang, Bengkuring, Bayur, Damanhuri, Gunung Lingai, Sampaja, Palaran dan Simpang Pasir.
Langkah keempat memperketat perijinan pertambangan, peninjauan kembali ijin pertambangan di bawah kewenangan Pemkot serta pengawasan dan evaluasi lingkungan. Langkah kelima penghijauan kembali pada daerah-daerah kritis, akibat menurunya kualitas vegetasi tutupan lahan pada sub-sub DAS kota Samarinda mengakibatkan meluasnya daerah rawan banjir. Gerakan ini telah dilakukan Pemkot bekerjasama dengan GNKPA (Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air) yang dilakukan secara bertahap untuk daerah Gunung Batu Cermin, Bengkuring dan Bayur. Langkah ke enam pembangunan system pompanisasi dan pintu air secara topografi 36,20% wilayah kota Samarinda mempunyai kemiringan lahan yang cukup landai antara 0 hingga 2 persen, karena itu selain pembangunan pintu air dan pompa banjir di outlet-outlet anak SKM (8 lokasi), Karang Asam besar dan Karang Asam Kecil.
Langkah ketujuh menyiapkan pompa banjir Mobile di daerah rawan banjir, pompa banjir yang mudah dibawa ke lokasi-lokasi rawan banjir untuk mempercepat penurunan muka air banjir atau genangan. Langkah ke delapan pembangunan bendungan pengendali banjir folder dan peningkatan kapasitas bendungan Benanga, Pemkot dan Pemprov serta Pemerintah Pusat akan membangun waduk pengendali banjir, kolam retensi, folder, revitalisasi rawa dan peningkatan kapasitas bendungan Benanga.
Langkah kesembilan pemeliharaan dan pembersihan drainase atau saluran air di daerah pemukiman dan kota, perlu adanya peningkatan kapasitas aluran drainase yang ada dalam bentuk kegiatan pemeliharaan dan pembersihan saluran dari sedimentasi dan sampah terutama di daerah pemukiman.
Langganan:
Postingan (Atom)