Selasa, 15 Februari 2011

Strategi Menghadapi Ujian Nasional

Ujian Nasional sudah di ambang pintu,sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun persiapan tip atau trik agar siswa berhasil dalam menempuh Ujian Nasional telah dilakukan oleh sekolah. Apa yang harus kita siapkan bersama? Strategi apapun yang akan kita pilih hendaknya tidak melupakan subjek yang akan menghadapi Ujian Nasional itu sendiri, yaitu siswa. Tidaklah sepenuhnya salah , cuma keliru,jika guru membuat strategi hanya berdasarkan pengalaman tahun lalu dan mengasumsikan kemungkinan kemungkinan Ujian Nasional yang akan datang. Kita juga harus ingat bahwa karakter siswa setiap tahun itu berbeda. Komitmen antara Guru Bidang Studi dan para siswa yang amat diperlukan. Tidak ada gunanya pendalaman materi yang dilakukan selama berbulan-bulan, jika para siswa melakukan hal itu tanpa kesadaran penuh akan tujuan UN akhir mereka: lulus dengan prestasi terbaik. Yang terjadi mungkin para siswa akan bosan dan jenuh. Para guru sia-sia mengorbankan waktu dan tenaga. Sekolah percuma menghabiskan biaya untuk pendalaman ini.
Ada beberapa strategi atau jurus-jurus yang bisa dilakukan oleh beberapa sekolah sesuai kondisi sekolahnya masing-masing.
Strategi yang mungkin cocok untuk sekolah Anda :

1. Menganalisis SKL ( Standar Kompetensi Lulusan )

Jika sudah menerima SKL jangan langsung digandakan dan dibagi ke siswa, tentunya perlu dianalisis dulu,kita perlu maklumi bahwa pemahaman setiap siswa itu berbeda-beda, bahkan tak dipungkiri gurupun juga terkadang mengalami kesulitan dalam memahami SKL, apalagi guru yang baru dan belum berpengalaman. Yang jelas pengalaman sangat berarti dalam hal ini.
2. Buatlah bank soal yang sesuai indikator-indikator SKL.
Bank soal bisa di dapat melalui toko toko buku,arsip sekolah atau jika ingin yang gratis bisa berburu di Internet. Namun, akan tetap lebih baik jika guru sendiri yang menyusun bank soal itu. Sebab,bila guru sendiri yang menyusun soal bisa disusun secara sitematis berdasarkan hasil analisis SKL. Kelebihan yang lain, latihan-latihan yang diberikan guru pun bisa sistematis sesuai tuntutan SKL UN, sehingga dapat diketahui tuntutan SKL mana yang belum dikuasai siswa. Dengan kata lain daya serap siswa terhadap materi Ujian Nasional bisa dipantau.
3. Melaksanakan try out.
Kebiasaan sekolah melaksanakan try out lebih dari 2 kali,bahkan ada juga yang sampai 5 kali try out. Siswa terus digodok dengan suguhan-suguhan soal ujian nasional yang terkadang membikin siswa stress alias jenuh, bagaimana tidak jenuh orang setiap mendapat soal try out soal nya hanya itu-itu saja, tidak sedikit pula soal –soal try out itu hanya menggunakan soal-soal tahun-tahun sebelumnya, dengan alasan karena guru sibuklah, tata usaha yang kebanyakan pekerjaan sehingga tidak punya banyak waktu untuk mengetik soal-lah, dsb. Tetapi soal- soal try out sebaiknya disusun berdasarkan tuntutan indikator SKL secara keseluruhan.Hal ini dimaksudkan agar peningkatan ketuntasan setiap kompetensi siswa dapat terwujud. Dan perlu di ingat jangan menjejali soal try out dalam waktu terlalu dekat dengan pelaksanaan Ujian Nasional
4. Perlu melaksanakan pendalaman materi UN
Kita sadari sebenarnya SKL itu belum tuntas, materi yang belum tuntas inilah yang menjadi bahan untuk pendalaman materi UN. Guru tidak perlu bingung mencari materi pendalaman.Dengan demikian target kita akan lebih jelas.
Mudahan trik ini bermanfaat bagi anda.

MENGENAL KIMIA LEBIH DEKAT

Nikel Aliansi Para Logam
Sumber: chem-is-try.org
“Na..na…na…!! hmm…hmm….hmm…!!”gumam Nikel (Ni) pelan sambil berjalan hilir mudik didepan Besi (Fe) dan Krom (Cr). Mereka bertiga sedang menunggu manusia untuk membantunya membuat campuran logam tahan asam atau yang disebut Nikrom.
“Nikel..! kau bisa diam tidak? Dari tadi jalan terus hilir mudik kayak setrikaan, bentar lagi kita kan mau bantu manusia buat….apa sih?Krom! manusia tadi bilang apa ya, aku lupa lagi, kita-kita ini mau dipadukan lalu namanya perpaduan kita itu apa lupa lagi?”teriak Besi
“Campuran logam tahan asam! itu yang disebut Nikrom” jawab Krom
“Iya, itu…Nikrom, kau duduklah sebentar Nik, jangan hilir mudik mulu”
“Besi, aku gugup…aku kan baru sekarang mau dipadukan dengan kau dan si Krom, kalau dengan Tembaga dalam membuat koin/Monel aku sering” sahut Nikel (Ni)
“Iya duduk dulu, sebentar lagi manusia-manusia itu datang, tumben kau merasa gugup, biasanya juga kalau denganku bantu manusia membuat sendok makan biasa aja tuh” balas Besi
“Itukan sering Besi! Mendadak rewel sih kau ini, tapi ngomong-ngomong kau berapa % sih nyumbang tubuhmu buat Nikrom itu?”tanya Nikel sambil berhenti melangkah dan menatap kearah Besi
“Aku, Cuma 25%” sahut Besi balik menatap
“Kau Krom?berapa %?”Tanya Nikel lagi pada Krom
“15%lah ngapain banyak-banyak?”jawab Krom (Cr)
“Berarti aku yang paling banyak 60%”
“Gak papalah buat Monel juga kau 60% kan daripada Tembaga yang 40%, amal…nik,amal!”teriak Besi
“Amal sih amal, tapi lama-lama aku bisa habis juga”
“Mang sejak kapan sih, kau suka jadi aliansi para logam?”Krom yang bertanya
“Ya sejak manusia bernama Axel Crostedt tahun1751 menemukanku, sejak saat itu aku banyak diburu, selain pelapis logam tahan karat tentunya, aku bersama Tembaga memulai karier cie…karier, jadi mata uang di Amerika serikat dan Switzerland” jawab Nikel
“Wah, enak dong pernah jadi mata uang negara Adi kuasa” komentar Krom
“Itu dulu, waktu jadi mata uang syiling ya, secara dia itu putih mengkilat ha..ha…” ejek Besi
“Gak bosan apa jadi aliansi para logam terus?” tanya Krom lagi
“Enggak sih, tapi selain jadi aliansi para logam sekali-kali aku juga suka jadi katalis reaksi adisi H2 dalam membantu manusia membuat mentega atau margarin”
“Oya, enak ya, tapi manusia-manusia itu pada kemana ya?kok belum datang juga sih?”kata Krom sambil berdiri melirik kesana kemari
“Iya nih, padahal ditempatku rasanya suhunya sudah mencapai 3005K, aku bisa mendidih nih” kata Nikel
“Ah masa, ditempatku adem-adem aja tuh” sahut Besi masih duduk acuh tak acuh
“Ya sudah, bagaimana kalau kita pulang dulu kerumah masing-masing entar kita kumpul lagi disini, oya Nik, aku tidak tahu rumahmu, bagaimana nanti menghubunginya?” Tanya Krom lagi
“Gampang Rumahku dekat Paladium sama Platina kok, jemput aja entar di kampung Sistem Periodik Unsur di gang 4 blok VIIIB nomor rumah 28” jawab Nikel
“Masih seblok sama aku, entar sama-sama aja lah jemputnya” sahut Besi lagi
“Boleh, oya aku lupa kata manusia selain membuat Nikrom kita juga kedepannya ada rencana buat baja Stainless Steel “sahut Krom
“Buat apa baja kayak gitu?” Tanya Besi
“Katanya sih buat pembuatan rel kereta api, senapan dan thank”
“Oh, ya sudah, aku juga mau membantu manusia membuat campuran logam electroplating dulu, nanti jangan lupa ya Krom jemput aku” kata Nikel
“Oke nik, selamat bertugas!”

PRAKTEK KIMIA TITRASI ASAM BASA

Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa)
Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrant” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titer” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.
Prinsip Titrasi Asam basa
Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya.
Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”.
Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titrant, volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant.
Cara Mengetahui Titik Ekuivalen
Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam basa.
1. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan, kemudian membuat plot antara pH dengan volume titrant untuk memperoleh kurva titrasi. Titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah “titik ekuivalent”.
2. Memakai indicator asam basa. Indikator ditambahkan pada titrant sebelum proses titrasi dilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi, pada saat inilah titrasi kita hentikan.
Pada umumnya cara kedua dipilih disebabkan kemudahan pengamatan, tidak diperlukan alat tambahan, dan sangat praktis.
Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator yang perbahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Penambahan indicator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes.
Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin dengan titik equivalent, hal ini dapat dilakukan dengan memilih indicator yang tepat dan sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan.
Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indicator disebut sebagai “titik akhir titrasi”.
Rumus Umum Titrasi
Pada saat titik ekuivalen maka mol-ekuivalent asam akan sama dengan mol-ekuivalent basa, maka hal ini dapat kita tulis sebagai berikut:
mol-ekuivalen asam = mol-ekuivalen basa
Mol-ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara Normalitas dengan volume maka rumus diatas dapat kita tulis sebagai:
NxV asam = NxV basa
Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas (M) dengan jumlah ion H+ pada asam atau jumlah ion OH pada basa, sehingga rumus diatas menjadi:
nxMxV asam = nxVxM basa
keterangan :
N = Normalitas
V = Volume
M = Molaritas
n = jumlah ion H+ (pada asam) atau OH – (pada basa)
Anda bisa menggunakan rumus diatas bila anda menhadapi soal-soal yang melibatkan titrasi.