Samarinda Indonesia Accurate Prayer Times أوقات الصلاة , Qiblah اتجاه القبلة Mosques (Masjids), Islamic Centers, Organizations and Muslim Owned Businesses, Athan Azan Adhan Salah Salat Software Sahor Sahar Imsak Iftar Starting Fast Breaking Fast Ramazan Ramzan Ramdan Ramadan 2010 worldwide.
Minggu, 04 April 2010
Jumat, 02 April 2010
Contoh Perhitungan Ujian Praktikum
1) Penentuan Molaritas HCl
Misal rata-rata volume NaOH 0,1 M yang terpakai = 12 ml
V NaOH x M NaOH = V HCl x M HCl
12 x 0,1 = 10 M HCl
M HCl = 1,2 : 10 = 0,12 M
Jadi Konsentrasi HCl = 0,12 M
2) Penentuan Kadar asam cuka di pasaran :
Misal rata-rata volume NaOH 0,5 M yang digunakan dalam titrasi = 9,6 mL
V NaOH x M NaOH = V cuka x M cuka
9,6 x 0,5 = 25 x M cuka
maka M Cuka = 4,8 : 25 = 0,192 M
Karena label cuka berbagai produk adalah 25 % = 4,17 M
V1 x M1 = V2 x M2
5 x 4,17 = 100 x M2
M2 = 0,201 M
Jadi % cuka berdasarkan hasil praktikum = ( 0,192 : 0,201 ) x 25 % = 23,88 %
3) Penentuan kadar NaClO dalam pemutih :
Misal volume rata-rata Na2S2O3 0,1 M yang digunakan = 3,267 mL
Perhitungan berdasarkan persamaan redoks :
mmol I2 = ( koef.I2 : koef S2O32- ) x mmol S2O32-
= 1/2 x 0,3267 = 0,16335 nnmol
mmol ClO- = 1/1 x 0,16335 mmol
mmol NaClO = mmol ClO- = 0,16335 mmol
massa NaClO = mmol X Mr NaClO = 0,16335 x 74,5 = 12,169575 mgr.
Karena pemutih yang diambil dari botol 5 ml = 5 gr dan diencerkan sampai 100 ml dan 5 ml
diambil untuk penelitian maka massa pemutih yang digunakan untuk penelitian =
5/100 x 5 x 1000 = 250 mgr
jadi kadar NaClO dalam pemutih = 12,169575/250 x 100 % = 4,86783 % = 4,87 %
Kesimpulan praktikum berisi antara lain hasil penentuan konsentrasi percobaan dan penyebab
kesalahan-kesalahan dalam melakukan kegiatan praktikum sehingga hasil percobaan berbeda jauh
dengan label produk yang diteliti dan khusus asam cuka produk apa yang memiliki kadar paling
besar.
SELAMAT MENGERJAKAN SEMOGA SELALU SUKSES
OJO DUMEH
Misal rata-rata volume NaOH 0,1 M yang terpakai = 12 ml
V NaOH x M NaOH = V HCl x M HCl
12 x 0,1 = 10 M HCl
M HCl = 1,2 : 10 = 0,12 M
Jadi Konsentrasi HCl = 0,12 M
2) Penentuan Kadar asam cuka di pasaran :
Misal rata-rata volume NaOH 0,5 M yang digunakan dalam titrasi = 9,6 mL
V NaOH x M NaOH = V cuka x M cuka
9,6 x 0,5 = 25 x M cuka
maka M Cuka = 4,8 : 25 = 0,192 M
Karena label cuka berbagai produk adalah 25 % = 4,17 M
V1 x M1 = V2 x M2
5 x 4,17 = 100 x M2
M2 = 0,201 M
Jadi % cuka berdasarkan hasil praktikum = ( 0,192 : 0,201 ) x 25 % = 23,88 %
3) Penentuan kadar NaClO dalam pemutih :
Misal volume rata-rata Na2S2O3 0,1 M yang digunakan = 3,267 mL
Perhitungan berdasarkan persamaan redoks :
mmol I2 = ( koef.I2 : koef S2O32- ) x mmol S2O32-
= 1/2 x 0,3267 = 0,16335 nnmol
mmol ClO- = 1/1 x 0,16335 mmol
mmol NaClO = mmol ClO- = 0,16335 mmol
massa NaClO = mmol X Mr NaClO = 0,16335 x 74,5 = 12,169575 mgr.
Karena pemutih yang diambil dari botol 5 ml = 5 gr dan diencerkan sampai 100 ml dan 5 ml
diambil untuk penelitian maka massa pemutih yang digunakan untuk penelitian =
5/100 x 5 x 1000 = 250 mgr
jadi kadar NaClO dalam pemutih = 12,169575/250 x 100 % = 4,86783 % = 4,87 %
Kesimpulan praktikum berisi antara lain hasil penentuan konsentrasi percobaan dan penyebab
kesalahan-kesalahan dalam melakukan kegiatan praktikum sehingga hasil percobaan berbeda jauh
dengan label produk yang diteliti dan khusus asam cuka produk apa yang memiliki kadar paling
besar.
SELAMAT MENGERJAKAN SEMOGA SELALU SUKSES
OJO DUMEH
Langganan:
Postingan (Atom)