Orang Orang SuksesOrang
orang Sukses biasanya pandai : MENGATASI KEGAGALAN.
“Kegagalan belum tentu kegagalan jika Anda tahu kiatnya” (DR. Ronald
Niednagel)
90 % orang orang yang merasa gagal sebetulnya belum tentu gagal..
hanya saja mereka cepat menyerah” (Paul J. Meyer)
Faktor terpenting yang menetukan keberhasilan seseorang terletak pada
cara mereka mengatasi kegagalan. Mereka yang ingin berhasil harus
mengembangkan teknik teknik cara mengatasinya dan terus berusaha untuk
maju. Jika tidak, kegagalan itu sendiri semakin sulit untuk diatasi.
Takut Akan kegagalan
Kata “gagal” berkonotasi negatif. Bukankah orang paling benci dengan
kata ini? coba saja, jika anda mendengar seseorang membicarakan tentang
hal yang bernada kegagalan dan keputusasaan, mau tidak mau kata itu akan
berpengaruh buruk terhadap Anda: misalnya, kata kata kemiskinan, tidak
punya teman, tidak punya uang. Sebaliknya, kata kata yang berhubungan
dengan “keberhasilan” mempunya konotasi positif karena mengandung
harapan.
Ada beberapa hal yang menyebabkan orang takut akan kegagalan,
diantaranya adalah TAKUT DIKRITIK, TAKUT MENGAMBIL RESIKO, TAKUT
KEHILANGAN RASA PERCAYA DIRI, TAKUT TIDAK MENDAPATKAN KESEMPATAN LAGI.
Takut Dikritik
Banyak orang yang sangat takut dikritik. Orang orang ini cenderung
mengikuti falsafah Jan Spoelman ” kalau ragu ragu, lebih baik tidak usah
dilakukan saja”.
Kalau kita berpedoman pada sejarah, ternyata orang orang terkenal
yang berhasil adalah mereka yang paling banyak dikritik tetapi tegar.
Salah seorang diantara mereka adalah seorang pendeta berkebangsaan
inggris bernama george whitefield. Dia adalah seorang tokoh yang paling
banyak dikritik pada zamannya. Musuh musuhnya mengancam akan membunuhnya
dengan menyewa pembunuh bayaran. Mereka mengancam dan mengusirnya dari
tanah airnya, tetapi dia tidak mengindahkan semua ancaman itu. Mereka
mengusirnya dari gereja dan memakasanya berkhotbah di jalanan. Mereka
bahkan menyewa orang orang berpakaian setan utnuk menghinanya. Tidak
hanya itu, dia juga dilempari kotoran, telur, tomat dan bangkai kucing,
dan kepalanya terus dilempari batu sampai berdarah.
Tokoh Tokoh besar semasa white field, seperti: DR Samuel Johnson, Sir
Joshua Reynolds, Oliver goldsmith, William Hogarth, Horace Walpole,
Duchess of Buckingham, sangat melecehkannya.
Tetapi segala kritik dan kendala tidak emmbuatnya putus asa untuk
meneruskan misinya. Ribuan orang malahan berdatangan dari luar London
untuk mendengarkan khotbahnya. Ia memberi khotbah di pertambangan
Wales&Scotland. Dan akhirnya ia berhasil mengumpulkan dana untuk
disumbangkan ke panti pantia suhan.
Sebelum berhasil, mungkin saja white Field, setiap pergi tidur
senantiasa dibayangi setidak tidaknya 10 jenis kegagalan. Ditambah lagi,
ia mengahdapi kitik demi kritik tap harinya, tapi dia pantang menyerah,
karena dia tahu apa yang dilakukannya itu positif.
Jika anda takut akan kritik, yakinlah bahwa apa yang anda lakukan
adalah benar dan janga pernah mempedulikan penilaian orang lain terhadap
diri anda. Dalam hidup ini, tentunya kita acap kali menerima kata kata
yang nadanya negatif. Inis esuai dengan kata kata Lloyd Cory yang
berbunyi” mengkritik 100 kali jauh lebih mudah daripada memuji”
Kalau kita berpedoman pada sejarah, ternyata orang orang terkenal
yang berhasil adalah mereka yang paling banyak dikritik tetapi tetap
tegar.
Takut Mengambil resiko
Walt Disney, seorang tokoh Film terkenal dan paling kreatif di abad
20 pernah berkata: ” Impian kita dapat terwujud jika memiliki keberanian
untuk mewujudkannya”.
Andai saja semua orang memiliki gagasan yang baik dan sekaligus
berani untuk mewujudkan gagasan itu, maka dunia ini kan terlihat lebih
indah, karena akan dipenuhi oelh orang orang sukses. Sayang sekali,
karena pada kenyataanya hanya sedikit orang yang mampu menghilangkan
rasa takut mengambil resiko.
Kalau ingin berhasil, Anda harus berani mengambil resiko! Anda harus
membebaskan diri anda dari rasa takut, karena justru inilah kunci
keberhasilan anda.
Takut Kehilangan Rasa Percaya Diri
Norman Vincent Peale berkata: ” cobalah anda beri sugesti bahwa anda
akan kalah, lalu anda yakinkan diri anda sendiri bahwa hal itu akan
terjadi. Hasilnya, Anda pasti benar benar kalah”. Biasanya mereka yang
takut ghagal adalah karena mereka takut kehilangan rasa percaya diri.
Akibatnya, mereka lebih memilih untuk tidak berbuat apa apa daripada
terus dan akhirnya gagal. Dengan sikap demikian, mereka malah tidak akan
emndapat apa apa. HAl ini akan membuat mereka merasa tidak berguna
didunia ini. Kalau sudah begitu, justru rasa percaya diri mereka juga
akan ikut hilang. Rasa percaya diri yang tadinya mereka miliki jadi
rusak oleh rasa ragu akan hal yang sebenarnya kalau dicoba mungkin saja
bisa berhasil.
jadi, kalau anda samas sama beresiko kehilangan rasa percaya diri,
lebih baik jika anda coba semaksimal mungkin, bukan?. Jika anda mencoba
dan terus gagal, Anda tidak rugi juga, bukan?. Yang pasti , Jika anda
tidak pernah mencoba, Anda sudah pasti tidak akan pernah berhasil
Takut tidak mendapatkan kesempatan lagi
Yang paling ditakuti orang yang mengalai kegagalan adalah kalau kalau
mereka tidak akan emndapatkan kesempatan lagi. seandainya saja mereka
tahu berapa banyak orang sukses yang dalam perjalanan karirnya pernah
gagal, tentunya mereka tidak sepesimis itu.
seperti kata Henry ford, ” Kegagalan sesungguhnya adalah eksempatan
untuk memulainya lagi dengan cara yang lebih baik” Ford tentunya
mengerti apa itu kegagalan, karena dia pernah mengalaminya.
Dua kali i gagal dan bangkrut total waktu pertama kali menjalankan
industri mobilnya. tetapi, pada kali ketiga perusahaanya, Ford Motor
company, ia memperolah kesuksesan yang luar biasa hingga saat ini masih
dianggap sebagai salah satu perusahaan mobil terbesar didunia yang masih
bertahan.
contoh lain orang “gagal” yang akhirnya menjadi terkenal adalah kisah
tentang anak muda yang selalu bercita cita untuk bisa masuk akademi
militer west Point dan mengabdi kepada negaranya. Dua kali ia mendaftar
dan gagal, baru apda kali ketiga ia berhasil masuk. Anak muda tersebut
adalah Douglas Mac Arthur, yang dikemudian hari menjadi salah seorang
jenderal dengan rangking tertinggi di Amerika Serikat dan juga komandan
kepala pasukan sekutu di barat daya pasifik pada PD II. AMc Arthur,
seperti halnya Henry Ford, yang gagal sampai dua kali pada permulaan
perjalanan karisnya , dikenal sebagai orang yang pantang menyerah.
Tak seorangpun dalam hidupnya tidak pernah mengalami keagalan.
Mungkin kedengarannya mustahil, tetapi ini benar benar nyata. Sekali
lagi: TIDAK seorang pun didunia ini yang tidak pernah mengalami
kegagalan.
dengan menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang wajar, maka kita
akan lebih mudah emnerima kegagalan. jika Anda sudah tahu hal itu, Anda
kan menyadari bahwa menghindari kegagalan adalah pekerjaan sia sia.
dengan demikian, Anda tidak perlu bersusah payah mengahbiskan waktu dan
energi hanya untuk mencoba menghindari dari kegagalan, tetapi sebaliknya
cobalah untuk mengantisipasinya dengan rasa optimis.
Banyak hal positif dari orang orang yang sebenarnya baik budi
pekertinya, pandai dan bekerja keras, tidak bisa dimanfaatkan sebaik
baiknya justru karena mereka belum apa apa sudah takut akan ekgagalan.
Setiap mereka mengahadapi rintangan , emreka menyerah. Mereka lebih
percaya pada kata kata orang negatif yang cenderung pesimis.
Sangat disayangkan bahwa, dunia ini sebenarnya dipenuhi oleh orang
orang hebat yang potensial tapi terlalu mudah menyerah. Banyak orang
yang keburu sudah mati sebelum mencoba menggali seluruh potensi yanga da
pada diri mereka
Cara cara mengatasi kegagalan
Tokoh tokoh besar yang berhasil, adalah mereka yang gigih mengatasai
kegagalan-kegagalan mereka. Mereka pantang menyerah, dan selalu
menciptakan strategi untuk berhasil. Jika Anda ingin berhasil, cobalaha
kembangkan strategi mengatasi kegagalan anda dulu. Berikut adalah
beberapa kiat yang bisa membantu anda.
1.Mengenali lebih dulu penyebab kegagalan
2.Belajar dari kegagalan dengan mempelajari penyebabnya
3.Kenali dulu kelemahan anda
4.Ubah cara kerja anda sesuai kebutuhan
5. Kembali pada tujuan semula
Mengenali lebih dulu penyebab kegagalan
Langakah pertama untuk mengatasi kegagalan adalah dengan mengenal
lebih dahulu penyebabnya: tengoklah sejenak kebelakang. Kegagalan
bukanlah akhir dari segalanya, kecuali jika anda memang menginginkannya
demikian. Tertunda sejenak, bukan berarti tertunda selamanya. Frustasi
hanya bersifat sementara. Kegagalan harus dianggap sebagai langkah
langkah menuju sukses, bukan sebagai rintangan yang menutup selamanya
pintu keberhasilan. Sikap anda sangat berpengaruh pada cara anda
menanggapi kegagalan itu sendiri
Belajar dari kegagalan dengan mempelajari penyebabnya
“william A. Ward berkata, ” Kegagalan adalah guru kita, bukan
penghambat kita, kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda, bukan
kekalahan,.. sifatnya hanyalah sementara, tidak selamanya”. Jika anda
tanamkan sikap seperti itu, Anda akan lebih leluasa menentukan langkah
langkah yang harus diambil untuk mengatasi kegagalan. Anggaplah
kegagalan adalah sarana untuk belajar.
Orang orang yang tidak sukses biasanya hanya mencoba satu kali saja,
jika mereka gagal, mereka tidak mau mencoba lagi dan segera berubah
haluan. Motto mereka adalah: jika sekali saja gagal, buat apa mencoba
lagi!”. Kebalikannya, mereka yang berhasil adalah mereka yang jika
pertama kali gagal, mereka berusaha mengenali penyebabnya setelah itu
mereka mencoba lagi. Orang orang sukses ini bahkan terus berusaha untuk
mengulang – ulang proses belajar dari kesalahan kesalahan mereka. justru
dengan bersikap seperti itulah mereka berhasil.
Jika Anda suatu saat mengalami kegagalan, cobal;ah mencari tahu
penyebabnya dengan melihat secara jujur hal hal yang menyebabkan
kegagalan tersebut. Dengan mempelajarinya lebih dulu serta membuat
perubahan yang diperlukan, anda akan dapat mencoba kembali dengan
persiapan yang lebih matang serta sikap yang lebih bijaksana
Kenali dulu kelemahan anda
Hal yang paling sulit untuk memahami penyebab dari kegagalan anda
adalah menerima kenyataan bahwa justru diri kita sendirilah yang
merupakan biang keladi kegagalan itu sendiri. Hal ini memerlukan
kejujuran dari kita sendiri. Jika anda menemukan kelemahan yang ada pada
diri anda, berarti anda harus mengubah sikap dan cara anda yang telah
menyebabkan kegagalan.
Contoh contoh kasus ini dapat anda temukan pada tokoh tokoh sejarah,
seperti misalnya, Lord Nelson seorang Admiral, salah seorang pahlawan
angkatan laut inggris yang paling terkenal. tidak banyak yang tahu bahwa
ia mempunyai suatu kelemahan, yakni menderita penyakit mabuk laut yang
tentu saja sangat menghambat bagi seorang pelaut. Tetapi ia tidak
menghambat hal itu sebagai penghambat. IA malahan menganggapnya sebagai
pemicu karir. Dalam karirnya di angkatan laut, ia bahkan pernah berhasil
mengalahkan Napoleon!, Jadi, ia belajar mengatasi kelemahannya dengan
berusaha melawannya.
Setiap orang pasti memiliki kelemahan, bak bersifat fisik maupun
psikis. Kita sendirilah yang bisa melawannya, bukan orang lain. Kita
memang tidak akan mendapat hadiah kalau bisa mengatasinya, karena ”
perang ” yang kita lakukan untuk mengatasi kelemahan kita itu merupakan
“perang” didalam diri kita sendiri. Tetapi kalau kita akhirnya berhasil
mengatasinya, kita akan diliputi rasa puas, karena rintangan yang
menghalangi kita untuk meraih kesuksesan telah bisa kita lalui.
Ubah cara kerja anda sesuai kebutuhan
Agar anda berhasil, hal lain yang juga penting dari bagian proses
mengatasi kegagalan adalah anda hanrus mengadakan perubahan pada cara
kerja anda. Jika anda terus menerus menggunakan cara yang salah itu,
pasti anda akan gagal terus. Sayangnya, justru banyak orang yang
melakukan kekelirian ini. Mereka terus mengulang kekeliruan yang sama,
tapi mengharapkan hasil yang berbeda.
Ada cerita tentang seorang dokter bedah plastik dari St Louis,
Missouri, di AS. Suatu kali ia mempunyai pasien seorang anak yang
kehilangan pergelangan tangan. Ketika si dokter bertanya bagaimana
perasaannya menjadi orang cacat?, si anak malah menjawab:” saya tidak
cacat, cuma tidak memiliki tangan kanan saja!”
Tak lama setelah perbincangan itu, si doketer baru tahu bahwa
ternyata anak itu adalah pemain bintang pada tim football di sekolahnya.
ia tidak putus asa karena kelemahannya. Yang ia lakukan untuk
memperoleh keberhasilan adalah melakukan perubahan cara kerja yang
tentunya disesuaikan dengan kondisinya
Kembali pada tujuan semula
Ini merupakan butir terakhir dalam usaha mengatasi kegagalan. Setelah
semua analisa serta perubahan cara kerjaan dilakukan, seperti halnya
contoh anak yang kehilangan tangannya, anda tentunya harus kembali pada
tujuan semula, yaitu mewujudkan apa yang anda kejar. kalau tidak, anda
tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk berhasil.
fletcher L. Byrom berkata: ” Kalimat yang berbunyi ‘ Kita harus
belajar dari kesalahan kita’ adalah sebuah pepatah usang. dalam hal ini
ada kalimat lain yang lebih mantab!, yakni; ‘ kita tidak akan pernah
belajar jika kita tidak pernah berbuat kesalahan’. Mengapa demikian?
karena sebenarnya kamuan untuk belajar itu semakin besar justru ketika
jumlah kesalahan yang pernah kita perbuat semakin banyak. Kalau anda
merasa bahwa pada tahun lalu “Saya tidak sedikitpun berbuat kesalahan”,
maka kemungkinan besar karena anda belum pernah mencoba hal hal baru
pada tahun itu. sebaliknya jika anda merasa ” saya telah banyak
melakukan kesalahan, tetapi dengan melalui perjuangan dan resiko..”, ini
berarti anda telah membuat kemajuan.
Jika Anda telah berusaha sekuat tenaga, itu berarti anda telah
mengalami kemajuan, meskipun banyak melakukan kesalahan. Dengan banyak
belajar dari kesalahan yang anda lakukan, peluang anda untuk bisa
berhasil menjadi sangat besar.
Rabu, 14 April 2010
Pacaran Dengan Akhlak Islam
Pada pembahasan sesion ini kita akan mengangkat masalah pacaran. Pacaran
yang sudah merupakan fenomena mengejala dan bahkan sudah seperti jamur
dimusim hujan menjadi sebuah ajang idola bagi remaja . Cinta memang
sebuah anugerah, cinta hadir untuk memaniskan hidup di dunia apalagi
rasa cinta kepada lawan jenis, sang pujaan hati atau sang kekeasih hati
menjadikan cinta itu begitu terasa manis bahkan kalo orang bilang bila
orang udah cita maka empedu pun terasa seperti gula. Begitulah cinta,
sungguh hal yang telah banyak menjerumuskan kaum muslimin ke dalam
jurang kenistaan manakala tidak berada dalam jalur rel yang benar.
Mereka sudah tidak tahu lagi mana cinta yang dibolehkan dan mana yang
dilarang.
Kehidupan seorang muslim atau muslimah tanpa pacaran adalah hambar, begitulah kata mereka. Kalau dikatakan nggak usah kamu pacaran maka serentak ia akan mengatakan ” Lha kalo nggak pacaran, gimana kita bisa ngenal calon pendamping kita ?”. kalo dikatakan pacaran itu haram akan dikatakan, ” pacaran yang gimana dulu.”. Beginilah keadaan kaum muda sekarang, racun syubhat, dan racun membela hawa nafsu sudah menjadi sebuah hakim akan hukum halal-haram, boleh dan tidak. Tragis memang kondisi kita ini, terutama yang muslimah. Mereka para muslimah kebanyakan berlomba-lomba untuk mendapatkan sang pacar atau sang kekasih, apa sebabnya, ” Aku takut nggak dapat jodoh “. Muslimah banyak ketakutannya tentang calon pendamping, karena mereka tahu bahwa perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1 : 5. Tapi apakah jalan pacaran sebagai penyelesaian ? Jawabnya Tidak. Bagaimana bisa, kita ikuti selengkapnya pembahasan ini sebagai berikut, ( diambil dari buku Pacaran dalam Kacamata Islam karya Abdurrahman al-Mukaffi)
Dikatakan beliau bahwa pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tidak dirahmati oleh Allah, karena ketiga rukun yang menumbuhkan rasa cinta menyatu di luar perkawinan. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai suatu penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya masa penjajakan ini tidak lebih dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat semata-mata, bukan bertujuan secepatnya untuk melaksanakan perkawinan
Hal ini tercermin dari anggapan mereka bahwa merasakan ideal dalam memilih partner jika ada sifat-sifat sebagai berikut :
1. Mereka merasa beruntung sekali jika selalu dapat berduaan, dan berpisah dalam waktu pendek saja tidak tahan rasanya. Dan keduanya merasa satu sama lain saling memerlukan.
2. Mereka merasa cocok satu sama lainnya. Karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah yang perlu dicari pemecahannya bersama. Hal ini dimungkinkan karena mereka satu dengan lainnya merasa dapat mencapai saling pengertian dalam seluruh aspek kehidupannya.
3. Mereka satu sama lain senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih. Hal ini dimungkinkan karena perasaan cinta yang telah tumbuh secra sempurna dengan pertautan yang kuat.
Tapi tanpa disadari, pacaran itu sendiri telah melambungkan perasaan cinta makin tinggi. Di sisi lain pacaran menjurus pada hubungan intim yang merusak cinta, melemahkan dan meruntuhkannya. Karena pada hakekatnya hubungan intim dalam pacaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pacaran. Oleh karena itu orang yang pacaran selalu mendambakan kesyahduan. Dengan tercapainya tujuan tersebut kemungkinan tuntutannya pun mereda dan gejolak cintanya melemah. Hingga kebencian menghantui si bunga yang telah layu, karena si kumbang belang telah menghisap kehormatan secara haram.
Tak ubahnya seperti apa yang dinginkan oleh seorang pemuda untuk memadu cinta dengan dara jelita kembang desanya. dalam pandangannya sang dara tampak begitu sempurna. Hingga kala itu pikiran pun hanyut, malam terkenang, siang terbayang, maka tak enak, tidur pun tak nyenyak, selalu terbayang si dia yang tersayang. Hingga tunas kerinduan menjamur menggapai tangan, menggelitik sambil berbisik. Bisikan nan gemulai, tawa-tawa kecil kian membelai, canda-canda hingga terkulai, karena asyik, cinta pun telah menggulai. Menggulai awan yang mengawang, merobek cinta yang tinggi membintang, hingga luka mengubur cinta…..
Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, ” Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. “
” Bohong !!!” Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.
Rasulullah bersabda,
” Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya.”
Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini. Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.
1. Perjumpaan pertama, yaitu perjumpana keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat-sifat yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis, pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya, akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, “Akankah ia mencintaiku.” Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.
2. Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, “Aku mencintaimu”. Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, “I Love You”. Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan pun dibuat, ada ijin sang Romeo untuk datang ke rumah, “Apel Mingguan atau Wakuncar “. Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.
3. Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. ” buktikan cintamu sayangku”. Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na’udzubillah
Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan, dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang Juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang Romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.
Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian, bayang-bayang cinta yang suci, bukanlah dengan pacaran, cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :
1. Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?
2. Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? ” Aku ingin calon pendamping yang baik-baik” Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi ” Aku bukan calon pendamping yang baik” , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?
3. Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari’at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?
4. Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
5. Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?
6. Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.
Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.
Kehidupan seorang muslim atau muslimah tanpa pacaran adalah hambar, begitulah kata mereka. Kalau dikatakan nggak usah kamu pacaran maka serentak ia akan mengatakan ” Lha kalo nggak pacaran, gimana kita bisa ngenal calon pendamping kita ?”. kalo dikatakan pacaran itu haram akan dikatakan, ” pacaran yang gimana dulu.”. Beginilah keadaan kaum muda sekarang, racun syubhat, dan racun membela hawa nafsu sudah menjadi sebuah hakim akan hukum halal-haram, boleh dan tidak. Tragis memang kondisi kita ini, terutama yang muslimah. Mereka para muslimah kebanyakan berlomba-lomba untuk mendapatkan sang pacar atau sang kekasih, apa sebabnya, ” Aku takut nggak dapat jodoh “. Muslimah banyak ketakutannya tentang calon pendamping, karena mereka tahu bahwa perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1 : 5. Tapi apakah jalan pacaran sebagai penyelesaian ? Jawabnya Tidak. Bagaimana bisa, kita ikuti selengkapnya pembahasan ini sebagai berikut, ( diambil dari buku Pacaran dalam Kacamata Islam karya Abdurrahman al-Mukaffi)
Dikatakan beliau bahwa pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tidak dirahmati oleh Allah, karena ketiga rukun yang menumbuhkan rasa cinta menyatu di luar perkawinan. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai suatu penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya masa penjajakan ini tidak lebih dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat semata-mata, bukan bertujuan secepatnya untuk melaksanakan perkawinan
Hal ini tercermin dari anggapan mereka bahwa merasakan ideal dalam memilih partner jika ada sifat-sifat sebagai berikut :
1. Mereka merasa beruntung sekali jika selalu dapat berduaan, dan berpisah dalam waktu pendek saja tidak tahan rasanya. Dan keduanya merasa satu sama lain saling memerlukan.
2. Mereka merasa cocok satu sama lainnya. Karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah yang perlu dicari pemecahannya bersama. Hal ini dimungkinkan karena mereka satu dengan lainnya merasa dapat mencapai saling pengertian dalam seluruh aspek kehidupannya.
3. Mereka satu sama lain senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih. Hal ini dimungkinkan karena perasaan cinta yang telah tumbuh secra sempurna dengan pertautan yang kuat.
Tapi tanpa disadari, pacaran itu sendiri telah melambungkan perasaan cinta makin tinggi. Di sisi lain pacaran menjurus pada hubungan intim yang merusak cinta, melemahkan dan meruntuhkannya. Karena pada hakekatnya hubungan intim dalam pacaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pacaran. Oleh karena itu orang yang pacaran selalu mendambakan kesyahduan. Dengan tercapainya tujuan tersebut kemungkinan tuntutannya pun mereda dan gejolak cintanya melemah. Hingga kebencian menghantui si bunga yang telah layu, karena si kumbang belang telah menghisap kehormatan secara haram.
Tak ubahnya seperti apa yang dinginkan oleh seorang pemuda untuk memadu cinta dengan dara jelita kembang desanya. dalam pandangannya sang dara tampak begitu sempurna. Hingga kala itu pikiran pun hanyut, malam terkenang, siang terbayang, maka tak enak, tidur pun tak nyenyak, selalu terbayang si dia yang tersayang. Hingga tunas kerinduan menjamur menggapai tangan, menggelitik sambil berbisik. Bisikan nan gemulai, tawa-tawa kecil kian membelai, canda-canda hingga terkulai, karena asyik, cinta pun telah menggulai. Menggulai awan yang mengawang, merobek cinta yang tinggi membintang, hingga luka mengubur cinta…..
Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, ” Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. “
” Bohong !!!” Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.
Rasulullah bersabda,
” Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya.”
Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini. Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.
1. Perjumpaan pertama, yaitu perjumpana keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat-sifat yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis, pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya, akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, “Akankah ia mencintaiku.” Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.
2. Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, “Aku mencintaimu”. Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, “I Love You”. Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan pun dibuat, ada ijin sang Romeo untuk datang ke rumah, “Apel Mingguan atau Wakuncar “. Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.
3. Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. ” buktikan cintamu sayangku”. Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na’udzubillah
Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan, dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang Juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang Romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.
Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian, bayang-bayang cinta yang suci, bukanlah dengan pacaran, cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :
1. Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?
2. Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? ” Aku ingin calon pendamping yang baik-baik” Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi ” Aku bukan calon pendamping yang baik” , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?
3. Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari’at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?
4. Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
5. Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?
6. Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.
Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.
Minggu, 11 April 2010
Obrolan dg Malaikat
Halo lagi Pemirsa, pakabarnya? Kalau beberapa hari lalu, saya
mempostingkan artikel tentang Wawancara
dengan Tuhan. Nah, hari ini saya ingin membagikan lagi Obrolan
dengan Malaikat. Ya, kisah ini saya dapatkan dari email seorang sahabat
pada saya, jadi bukan kisah tulisan saya. Namun, karena cerita ini
mengandung inspirasi dalam tentang kehidupan, saya membagikannya di
sini. Untuk pemirsa yang menyukai versi audionya, saya akan memasukkan
kisah ini dalam satu paket audio inspirasi, yang pemirsa bisa dapatkan
sebagai Bonus Gratis untuk pembelian kaos audio plus-plus di web
www.AdaApaDibalikKaos.com. Kisah ini bagus sekali, kisah bijak,
mengandung kata bijak tentang kehidupan. Selamat menikmati cerita
bijak ini : Obrolan Dengan Malaikat…
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Tuhan diterima”.
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. “Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku. “Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”. “Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”, tanyaku. “Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata, “Terima kasih, Tuhan”.
“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.”
“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.”
“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.”
Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.”
“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.
“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.”
“Jika engkau masih bisa mencintai … maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.”
“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.”
“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua.
“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu .”
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug’rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.”
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Tuhan diterima”.
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. “Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku. “Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”. “Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”, tanyaku. “Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata, “Terima kasih, Tuhan”.
“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.”
“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.”
“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.”
Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.”
“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.
“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.”
“Jika engkau masih bisa mencintai … maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.”
“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.”
“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua.
“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu .”
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug’rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.”
Langganan:
Postingan (Atom)