Kamis, 16 Desember 2010

Pembelajaran Berbasis Video Game

http://awan965.files.wordpress.com/2007/03/smp1.jpg
Ketika kita membuka buku pelajaran, yang kita jamak temui adalah halaman yang penuh dengan deretan tulisan kecil-kecil, terkadang dilengkapi dengan gambar ataupun diagram yang sulit dipahami. Semua itu disusun dengan layout yang kaku demi memaksimalkan tempat yang ada. Belum lagi ukuran buku yang begitu tebal yang  berarti akan lebih banyak lagi tulisan kecil dan diagram rumit yang harus dihadapi.
Sekarang cobalah kita jalankan sebuah software video game. Yang akan menyambut kita adalah gambar dan animasi yang bagus, dilengkapi dengan musik, efek suara dan efek visual yang menarik. Mainkanlah video game tersebut dan kita akan disuguhi tantangan demi tantangan yang membuat kita betah berlama-lama menikmatinya.
Yaang mana yang lebih menarik untuk dilakukan? Tentunya sebagian besar akan lebih memilih untuk memainkan video game daripada membuka buku pelajaran. Masalah utama dalam model pembelajaran yang umm diterapkan saat ini adalah car penyampaiannya yang kurang menarik. Alasan utama seseorang enggan untuk belajar adalah bukan karena materinya yang terlalu sulit untuk dipahami, namun karena belajar merupakan proses yang membosankan.
Namun proses pembelajaran tidaklah harus selalu menjadi sesuatu yang membosankan. Intinya adalah mengemas materi yang akan dipelajari dalam kemasan yang lebih menarik.  Kemasan yang banyak disukai oleh generasi pembelajar masa kini. Generasi ini adalah generasi yang tumbuh dalam lingkungan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, dengan diliputi MTv, iPod, Playstation, internet, film Holywood dan berbagai sarana hiburan lainnya. Metode pembelajaran yang sebenarnya tidak banyak berubah selama puluhan tahun sudah sampai taraf tertentu kurang cocok untuk diterapkan pada generasi ini. Sudah saatnya pembelajaran bukan lagi menjadi suatu kewajiban yang membebankan, namun menjadi suatu bentuk hiburan.
Orang kebanyakan menyadari sebagai suatu bentuk hiburan, video game memiliki resiko dampak buruk tersendiri. Namun di sisi lain video game dapat dijadikan sarana pembelajaran yang menantang dan menyenangkan. Dengan perkembangan teknologi saat ini, video game menawarkan kualitas grafis yang memukau, iringan musik yang indah dan pengalaman bermain yang adiktif, masih ditambah dengan jalan cerita yang membuat pemainnya tidak sabar untuk menyelesaikannya. Jika Video game dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan cerita, mengapa tidak digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran.
Ada banyak sekali teori pembelajaran namun kebanyakan setuju bahwa sangat penting untuk melibatkan pembelajar dalam proses pembelajaran. Video game memiliki sifat interaktif yang dapat membuat pembelajar mempraktikkan langsung ilmu yang diperolehnya. Feedback yang dapat diberikan oleh Video game dapat membuat pemainnya belajar dari apa yang dilakukannya. Video game juga dapat memberikan tantangan-tantangan dan persangan yang tidak hanya mengasah kreativitas pembelajar, namun juga membuat pembelajar terus termotivasi. Menyelesaikan tantangan-tantangan tersebut akan memuaskan ego pemainnya yang juga berperan dalam meningkatkan motivasi.
Dengan kemajuan teknologi saat ini, pengaplikasian video game sebagai sarana belajar sangatlah luas. Mulai dari membantu balita belajar membaca, menyampaikan kurikulum sekolah, mengasah kemampuan praktisi finansial sampai simulasi untuk keperluan kemiliteran. Semuanya dikemas dalam format yang menarik dan nyaman bagi penggunanya sehingga meningkatkan motivasi dan efektivitas belajar.
Di Indonesia, khususnya di kota-kota besar saat ini dapat dengan mudah ditemui berbagai macam software edukasi yang berbasis video game. Walaupun kebanyakan vieo game ini dikhususkan untuk anak-anak dan balita, dan belum digarap dengan baik, namun ini merupakan sebuah permulaan. Ini menunjukkan kefektifak menggunakan video game sebagai sarana belajar sudah mulai diakui.
Generasi muda Indonesia saat ini menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap video game. Ini ditunjukkan dengan menjamurnya tempat rental Playstation dan game center di pusat-pusat belanja. Walaupun budaya pembajakan yang merajalela menjadi penghambat utama, namun ini menunjukkan Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi video game jika digarap dengan baik. Hal ini dapat dijadikan peluang untuk menerapkankan pembelajaran berbasis video game.
Jika dikerjakan dengan baik dengan melibatkan pengajar, perancang materi dan game developer yang kompeten, tentu dapat dikembangkan suatu video game yang edukatif yang membuat belajar menjadi tidak hanya menyenangkan, namun juga lebih efektif. Materi-materi yang membosankan dan sulit sekalipun akan lebih mudah untuk diajarkan, dan bahkan menumbuhkan motivasi untuk belajar dengan sendirinya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar