Rabu, 07 Juli 2010

Warga Selili dan Sekitarnya Jagokan Jaang-Nusyirwan




TERNYATA masyarakat Samarinda sudah tahu, figur kandidat Walikota-Wakil Walikota (Wawali) Samarinda yang terbaik adalah pasangan Jaang-Nusyirwan (Jaa,Nur).
Isu bakal ada sogok menyogok untuk membeli kursi Walikota-Wakil Walikota, dikalahkan dengan hati nurani masyarakat Samarinda yang menuntut perubahan.  "Kami tak perlu disogok uang dan barang. Masyarakat sekarang sudah pintar. Sudah bisa membedakan, pasangan yang terbaik dan mampu membawa perubahan untuk Samarinda menjadi lebih baik. Dia adalah figur kuat nomor urut 2," ujar H Sopian, tokoh masyarakat Selili usai acara Isra Mikraj di rumahnya di Jl Sultan Alimuddin Gang Rakat, Sungai Kerbau,  Jumat (2/7) malam.

Alasannya, kedua figur tersebut memiliki rekam jejak yang baik, berpengalaman di pemerintahan, pasangan yang aktif di kegiatan keagamaan dan lebih taat beragama. Sopian bersama warga Selili, Sungai Kapih, Sidodamai, Sungai Dama dan sekitarnya siap memenangkan Jaa,Nur dalam satu putaran.
Selain Sopian, peringatan  Isra Mikraj juga dihadiri H Nusyirwan Ismail, Kiai Hadis Muhadis, H Taslihan, Ketua RT 19, RT 20, RT 21, RT 22, RT 23 dan RT 24 di Kelurahan Selili. Peringatan Isra Mikraj menjadi lebih meriah, dengan penceramah ustaz Raden Ahmad Alfandi.
Menurut Sopian, demi perubahan Samarinda yang lebih baik, masyarakat Samarinda jangan asal pilih atau memilih karena ada uangnya. Itu kriminal. Yang rugi justru masyarakat Samarinda secara keseluruhan.
"Mari kita bersatu memilih kandidat yang tak hanya dekat dengan masyarakat, tapi juga dekat dengan ulama dan taat beribadah. Bila taat beribadah, Insya Allah moralnya baik. Faktor yang sangat kita perlukan dari seorang pemimpin adalah moralitas yang baik. Bukan moralitas seperti preman. Sebagai masyarakat kita perlu berpikir untuk kepentingan yang besar," kata Sopian.
Nusyirwan sendiri menjelaskan, dirinya maju bersama Syaharie Jaang dilatari niat tulus. Bahkan, dirinya tak begitu ambisi harus nomor satu artinya bukan mengejar jabatan. Dirinya dan Syaharie Jaang ingin melanjutkan program pembangunan yang baik bagi kepentingan masyarakat, seperti kesehatan gratis. Program baik tersebut perlu lebih ditingkatkan dan dikembangkan lagi.
Pagi harinya, istri Syaharie Jaang, Hj Puji Setyowati, juga memenuhi undangan warga, khususnya ibu-ibu pengajian salawat di Makroman, Samarinda Ilir. Hal yang sama juga dilakukan Hj Sri Lestari, istri Nusyirwan Ismail.
"Kami menghargai kehadiran ibu Hj Puji Jaang dan Ibu Hj Sri Nusyirwan datang ke tempat kami. Lebih baik kami memilih figur yang peduli dengan kegiatan agama dan taat beribadah serta bermoral baik. Daripada memilih figur yang belum jelas jejak rekam selama ini," kata Hj Umi Kalsum, anggota pengajian warga Jl Pesut, Sungai Dama. (*/mc pro rakyat)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar