Minggu, 25 Juli 2010

Yang Tersisa Dari Piala Dunia: Gol-Gol Tak Terlupakan

Hampir 15 hari sudah kita ditinggalkan Piala Dunia, namun hingga saat ini, saya yakin kita semua masih terngiang-ngiang dengan segala hal yang telah FIFA sajikan di Afrika Selatan kemarin.Kejadian serta pertandingan menarik terus digeber dari 11 Juni hingga 11 Juli yang lalu, puncaknya jelas paling diingat orang, gol tunggal, Andres Iniesta, di babak extra time menyegel trofi Piala Dunia untuk dibawa pulang oleh Spanyol, pastinya bakal tak terlupakan.
Gol tersebut menjadi gol terakhir dalam turnamen Piala Dunia Afrika Selatan, gol yang akhirnya membuat seluruh total gol yang tercipta di Piala Dunia kali ini menjadi 142 gol.
Dari total angka di atas jelas ada yang indah dan juga ada yang buruk, dan dalam artikel kali ini saya ingin mengangkat tema gol-gol yang tak terlupakan, jadi sekedar memberitahukan ini bukan tentang gol cantik, namun ini tentang gol yang tak terlupakan atau bakal terus diingat oleh kita nantinya, entah itu karena keindahannya atau pun keunikannya.
1) Gol Siphiwe Tshabalala, Afrika Selatan vs Meksiko.
Inilah gol pembuka di turnamen yang digelar di Benua Hitam ini, saat laga memasuki menit ke 55, Tshabalala menembakkan tendangan keras dari sisi kiri pertahanan Meksiko, yang akhirnya menghunjam pojok gawang Oscar Perez, kemudian disusul perayaan dengan tarian Afrika yang juga tak kalah cantik dengan gol ini.
2) Gol David Villa, Spanyol vs Honduras.
Aksi gemilang David Villa ditunjukkan di sini menggiring bola dari sisi kiri lapangan ia menusuk masuk kotak penalti melewati hadangan dua bek lawa, usai lolos ia menaklukkan satu bek lagi sambil terjatuh ia melepaskan tendangan yang mengoyak jala gawang Honduras.
3) Gol Maicon, Brazil vs Korea Utara.
Maicon memecah kebuntuan timnya melalui gol cantik, bergerak dari sayap kanan, ia melepaskan tembakan dari sudut yang teramat sempit, bola berbelok indah mengelabui kiper Myong Guk.

4) Gol Giovanni van Bronckhorst, Belanda vs Uruguay.
Gio memang pemain veteran namun bukan berarti bisa disepelekan, bukti sahih adalah gol spektakulernya kala menghajar gawang Uruguay, ia melepaskan tendangan geledek dari jarak 35 yard luar kotak penalti melewati hadangan Muslera.
5) Gol Carlos Tevez, Argentina vs Meksiko.
Gol pertama Tevez boleh dianggap curang dalam laga ini karena off side, namun untuk yang kedua ia membuatnya dengan spesial, tendangan geledek ia lepaskan untuk menciptakan gol keduanya dari luar kotak penalti berjarak 25 meter menghunjam pojok gawang El Tri.
6) Gol Diego Forlan, Uruguay vs Germany
Dalam laga perebutan tempat ketiga ini, Forlan membukukan gol istimewa, Egidio Arevalo memaikan umpan satu dua dengan Suarez sebelum mengirim umpan silang ke kotak penalti, bola lalu disambar Forlan dengan tendangan voli yang ia lepaskan, sayang gol tersebut akhirnya tetap tak sanggup membawa La Celeste menjadi peringkat ketiga.
7) Gol Arjen Robben, Belanda vs Slovakia.
Indah nian yang satu ini, di tengah lapangan Robben menerima bola umpan jauh dari rekannya yang seorang bek, ia mengontrol bola hingga ke depan kotak penalti lawan, ketika ruang tembaknya ditutup 3 bek Slovakia, ia melepaskan sepakan keras nan cantik yang tetap mampu bersarang ke gawang lawan, benar-benar brilian.
8) Gol Mesut Ozil, Jerman vs Ghana.
Jawaban Ozil atas alasan pemanggilannya ke timnas Jerman, usai kalah dari Serbia, Ozil mencetak gol penentu di laga terakhir Grup melawan Ghana, ia melepaskan tembakan keras jarak jauh setelah mengontrol sebentar bola kiriman dari sisi kanan.
9) Gol Keisuke Honda, Jepang vs Denmark.
Jika banyak pemain yang mengeluh dengan Jabulani, tidak demikian dengan Honda, terbukti dengan kaki kirinya ia mampu menaklukan Jabulani. ia mencetak gol melalui tendangan bebas yang cukup jauh, bola yang dieksekusinya bisa membelok dan mengecoh kiper denmark, Samurai Biru pun lolos ke 16 besar.
10) Gol Luis Suarez, Uruguay vs Korea Selatan.
Kepahlawanan Suarez benar-benar diperlihatkan di partai ini, ia menyumbang dua gol untuk membawa mereka lolos ke babak 8 besar, yang terhebat yang kedua, dari pojok kotak penalti sisi kanan luar Korsel, ia melepaskan tembakan melengkung ke gawang lawan, gol parabolik yang cantik.

Bonus) "Gol" Frank Lampard, Inggris vs Jerman.
Yang terakhir ini semua pasti paham kenapa disebut bakal tak terlupakan, gol yang seharusnya sah namun kenyataannya berkata lain,
wasit asal Uruguay, Jorge Larrionda dan asistennya sama sekali tidak melihat bahwa bola telah melalui garis gawang. Alhasil insiden ini seolah menjadi hukuman bagi gol Geoff Hurst yang seharusnya tak sah, kala Inggris menghadapi Jerman dan menang 4-2 pada Final tahun 1966. (kpl/bola)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar