Selasa, 08 Februari 2011

UN 2011: Tiap Ruang Paket Soal Lebih dari Dua, Paket Soal Diacak

Awal 2011 topik Ujian Nasional (UN) 2011 menghangat di kalangan dunia pendidikan. Topik UN 2011 menghangat karena ada perubahan dari UN beberapa tahun sebelumnya. Sampai saat ini saya pun belum mengetahui secara teknis, karena POS UN 2011 belum diterbitkan, hanya Permendiknas tentang UN yang sudah diterbitkan.
Jika UN 2011 ada perubahan maka saya berpendapat bahwa pemerintah sudah merencanakan dengan matang sehingga UN 2011 dapat bermanfaat bagi evuluasi pendidikan nasional dan nilai UN tidak menjadikan siswa “terhukum” dengan predikat “tidak lulus”. Dengan nilai UN mendapat 2.0 pun bisa dinyatakan lulus UN. Tidak terjadi lagi siswa yang keseharianya cerdas, berprestasi ketika UN kondisinya kurang siap, sehingga nilainya di bawah standar maka dinyatakan tidak lulus, semoga UN 2011 tidak terjadi lagi.
Hasil UN pada beberapa tahun sebelumnya terjadi dua hal yang bertengan, yaitu ada pihak yang dirugikan karena nilai UN dibawah standar sehingga tidak lulus, dan ada pihak yang melakukan kecurangan dengan berbagai cara, sehingga hasil UN (sepertinya) kurang memuaskan semua pihak. Sehingga UN diancam untuk tidak dilaksanakan pada tahun berikutnya.  Pemerintah berpegang pada UU bahwa UN akan tetap dilaksanakan, aturan teknis akan diatur melalui POS oleh BSNP.
Saya berharap agar UN 2011 dapat berjalan dengan lancar dan berhasil baik, saya memiliki cara agar kecurangan dapat diminimalisir yaitu paket soal tiap ruang lebih dari dua paket artinya dalam satu amplop ada 3 atau 4 atau 5 paket berikut LJK-nya disatukan dengan paket soal, jadi LJK tiap paket sudah memiliki ciri khas. Jika dalam satu ruang ada 4 paket soal yang dikemas dalam satu amplop, kemudian dibagikan acak kepada para peserta UN 2011, tidak beraturan, jumlah paket soal tiap ruang berbeda-beda. Maka dengan cara tersebut, siswa akan menerima soal sesuai yang diterimanya, dan tiap siswa akan bekerja sendiri-sendiri, kalau pun ada siswa yang bekerja sama itu kelengahan pengawas saja. Dengan adanya banyaknya paket soal tiap ruang, maka tim penyusun soal harus menyiapkan paket soal yang banyak pula, jangan sampai yang terjadi pada UN tahun lalu paket berbeda, tapi soal masih itu-itu juga hanya nomor soal yang diacak.
Apabila harapan saya terlaksana mudah-mudahan UN 2011 akan membangkitkan kejujuran, keadilan dan menghilangkan kecurangan, sehingga hasil UN dapat bermanfaat untuk pihak-pihak yang membutuhkan  sebagai tindak lanjut dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Jangan sampai hasil UN “sia-sia” dan berasil “semu”. Apalagi Kemendiknas akan memberikan bantuan kepada satuan pendidikan yang memperoleh rata-rata nilai UN di bawah standar.
Cara apapun untuk meminimalisir kecurangan UN sepertinya pemerintah telah merencakan dengan matang hanya belum dipublikasikan dalam bentuk POS. Mari kita dukung UN 2011 agar berjalan lancar sesuai harapan kita, amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar