Senin, 03 Mei 2010

Makna Hari Pendidikan Nasional : Majukan Bangsa Indonesia Melalui Pendidikan Berteknologi !

Tanggal 2 Mei tepatnya adalah hari Pendidikan Nasional. Hari di mana lahirnya pendidikan di Indonesia. Tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan hari lahirnya salah satu tokoh pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara dengan nama asli Raden Mas Soewardi.
Mengulas sedikit tentang perjuangan untuk memajukan pendidikan di bumi Indonesia, beliau sempat mendirikan salah satu taman siswa pada 3 Juli 1922 untuk sekolah kerakyatan di Yogyakarta. Kemudian beliau juga sempat menulis berbagai artikel yang intinya memprotes berbagai kebijakan para penjajah Belanda yang kadang membunuh serta menghambat tumbuh dan berkembangnya pendidikan di Indonesia.
Bertolak dari usaha, kerja keras serta pengorbanan dirinya melalui surat keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959 beliau dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan Pergerakan Nasional. Bahkan yang lebih menggembirakan dirinya di anggap sebagai Bapak Pendidikan untuk seluruh Indonesia, penghormatan itu terbukti dengan ditetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Untuk mewujudkan dan membangun dunia pendidikan di Indonesia melalui usahanya menentang penjajahan Belanda beliau memakai semboyan "Tut Wuri Handayani" semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya "Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa". Semboyan ini masih dipakai dalam dunia pendidikan kita hingga era reformasi ini. Bahkan dengan semboyan itu telah sedikit mengubah warna pendidikan kita di Indonesia saat ini.
Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2010 ini mempunyai arti penting dalam kancah pendidikan nasional Indonesia. Memasuki abad 21 ini, pendidikan mempunyai arah tujuan yang jelas, yaitu memartabatkan manusia Indonesia di kancah internasional. Kemajuan dalam bidang pendidikan ini tidak terlepas dari semakin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi. Masyarakat Indonesia sekarang tengah memasuki era dimana seluruh aspek kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan pendidikan diwarnai oleh perkembangan teknologi informasi. Di bidang pendidikan, fokus pengajaran sekarang ini adalah bagaimana penyampaian pelajaran bisa berjalan efektif dengan menggunakan teknologi informasi. Media pendidikan sebagai produk dari teknologi semakin bervariasi mulai dari yang sederhana hingga yang canggih. Media cetak dan elektronik pun pada dasarnya memiliki potensi untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pembelajaran.
Perkembangan pesat teknologi informasi dapat menjadi tantangan yang memberi kesempatan bagi dunia pendidikan dan para pendidik khususnya agar dapat bekerja maksimal. Teknologi informasi dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari teknologi pendidikan yang mendukung proses pembelajaran. Penggunaan teknologi informasi ini akan bermanfaat bagi anak didik karena teknologi informasi ini memperhatikan perbedaan karakteristik, minat dan bakat peserta didik. Keuntungan lain yang menyolok adalah bahwa teknologi informasi dapat mengatasi permasalahan ruang, waktu dan jarak dalam proses belajar.
Berkaitan dengan teknologi informasi, komputer merupakan salah satu media penyampaian pembelajaran yang efektif. Pembelajaran efektif melalui komputer merupakan suatu usaha yang sistematik dan terencana sehingga dapat mengatasi kelemahan-kelemahan pada pembelajaran kelompok. Langkah-langkah pembelajaran yang sistematik dapat membentuk siswa belajar dengan lebih efektif dan efisien.
Multimedia merupakan salah satu metode pembelajaran yang bisa dilakukan melalui komputer. Multimedia memberikan kesempatan untuk belajar tidak hanya dari satu sumber belajar seperti guru, tetapi memberikan kesempatan kepada subjek untuk mengembangkan fungsi kognitifnya dengan lebih baik, kreatif dan inovatif. Hal ini salah satunya karena informasi disajikan dalam dua atau lebih bentuk seperti dalam bentuk gambar dan kata-kata (Mayer dan Moreno, 1998). Berhubung informasi disajikan dalam berbagai bentuk, maka subjek dapat memadukan berbagai informasi dari tampilan lisan dan tulisan. Jadi subjek dapat memadukan informasi verbal yang disajikan secara visual dan informasi verbal yang disajikan secara audio.
Meskipun kemajuan teknologi informasi yang demikian itu sangat diperlukan untuk menunjang pendidikan bangsa ini, tapi kenyataan yang masih banyak ditemui sekarang ini adalah kemajuan teknologi yang pesat tidak dibarengi dengan usaha untuk meningkatkan kompetensi para guru untuk mengimbangi teknologi ini sehingga masih banyak sekolah yang menggunakan sistem pembelajaran lama yang sudah ketinggalan zaman sehingga menjadikan siswa-siswanya orang-orang yang tidak mampu bersaing dalam kancah pendidikan baik secara nasional maupun internasional.
Maka dari itu kemampuan dari guru sangat dituntut sekarang ini. Bagaimana pendidikan kita bisa maju jika gurunya sendiri tidak menguasai perkembangan teknologi informasi. Banyak protes yang selalu menyalahkan sebatas pada kurangnya sarana prasarana termasuk perlengkapan komputer di sekolah misalnya tapi tanpa diimbangi dengan kemampuan guru yang diharapkan. Percuma jika peralatan pembelajaran telah terpenuhi tapi guru sendiri tidak mampu mengoperasikannya. Apalagi sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah yang jauh dari Ibukota Provinsi misalnya. Sangat dibutuhkan perhatian lebih agar mereka juga mendapat pendidikan yang layak yang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga akan terlahir generasi bangsa yang berkualitas. Maka dimohonkan pada seluruh pihak yang terkait baik pemerintah maupun dari tenaga pendidik sendiri mulailah meningkatkan kesadaran dan peduli terhadap perkembangan teknologi informasi demi mem bangun sistem pendidikan yang lebih baik lagi di tanah air Indonesia tercinta. Marilah kita mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjawab tantangan bangsa ini ke depan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan. ***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar