Minggu, 16 Mei 2010

Piala Uber, Inilah Rahasia Kesuksesan Putri Kore


AFP/SAEED KHAN

Para pemain putri Korea Selatan tersenyum gembira sambil mengangkat Piala Uber, yang untuk pertama kalinya mereka raih usai mengalahkan China 3-1 di final, Sabtu (15/5/10).
Sabtu, 15 Mei 2010 | 21:10 WITA
KUALA LUMPUR, TRIBUN-TIMUR.COM - Korea Selatan membuat kejutan yang sangat besar di final Piala Uber 2010, Sabtu (15/5/10). Melawan favorit juara China, yang mengincar gelar ketujuh secara beruntun, Korea justru tampil sangat impresif sehingga bisa meruntuhkan "tembok raksasa" China itu dengan skor cukup meyakinkan, 3-1.
Apa kunci kesuksesan Korea sehingga membuat China tak berdaya dalam pertarungan ini? Padahal, China datang dengan kekuatan terbaiknya, dan sepanjang perjalanannya sejak penyisihan grup hingga final, mereka tidak pernah kehilangan satu poin pun.

Ternyata, para pemain Korea tampil tanpa beban. Mereka hanya ingin bermain dengan sebaik-baiknya, sehingga kalau pun akhirnya gagal, mereka tak "memberikan" gelar itu kepada China. Di samping itu, tunggal pertama Bae Seung Hee, lebih dulu mempelajari gaya bermain Wang Yihan melalui video.

"Tim China begitu kuat, sehingga saya tidak merasakan tekanan apapun," ungkap Bae, yang sudah dua kali bertemu Wang dan dua kali pula kalah, sebelum pertarungan hari Sabtu ini. "Saya hanya ingin bermain dan menikmati pertandingan ini. Mungkin itulah alasan mengapa saya menang," tambah pemain debutan di tim Uber Korea ini.

Memang, Bae menjadi kunci pembuka kesuksesan Korea untuk mengukir sejarah negaranya di Piala Uber. Pemain peringkat 16 dunia ini berhasil mengalahkan Wang, pemain nomor satu dunia, dengan dua set langsung 23-21, 21-11. Bae mengaku, strategi bermain lob membuatnya bisa mengalahkan Wang.

"Wang Yihan membuat kesalahan-kesalahan krusial dan pertahanannya pun buruk," jelasnya.

Kesan serupa juga diakui Wang. "Hari ini saya bermain buruk dan strategiku tidak berjalan sesuai keinginan, sehingga memberikan peluang kepada lawan untuk mengontrol permainan.

"Saya ingin bermain lebih sabar, tetapi saya malah buru-buru sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri."

Usai Bae menyumbang poin pertama, Korea yang dalam lima final sebelumnya sejak 1988 selalu dikandaskan China, menambah poin lagi lewat ganda pertama. Pasangan Lee Hyo Jung/Kim Min Jung, berhasil bangkit dari kekalahan di set pertama untuk mengalahkan ganda nomor satu dunia Ma Jin/Wang Xiaoli dengan 18-21, 21-12, 21-15.

"Mereka terlalu memikirkan untuk menang dan mereka malah kesulitan di akhir," ujar Lee. "Mulai dari game kedua, kami mulai menemukan momentum dan semuanya berjalan mulus," tambah pemain yang juga merupakan ganda campuran terbaik di Korea tersebut.

Meskipun sempat kehilangan poin di partai ketiga karena Sung Ji Hyun menyerah 14-21, 21-16, 7-21 dari Wang Xin, Korea mampu mengakhiri pertandingan final ini dengan kemenangan edi partai keempat. Ganda kedua Lee Kyung Won/Ha Jung Eun, menaklukkan ganda nomor dua dunia Du Jing/Yu Yang dengan 19-21, 21-14, 21-19 untuk membuat Korea unggul 3-1.

Hasil ini mematahkan ambisi China untuk meraih gelar ketujuh secara berturut-turut. Padahal, pelatih Li Yongbo sangat optimistis mereka bisa kembali jadi juara setelah tahu Korea akan jadi lawan di final. "Tidak ada pilihan, karena China akan kembali jadi pemenang," ujarnya.

Namun setelah hasil di final ini, Li Yongbo mulai berdalih. Menurutnya, China lebih fokus untuk menghadapi Olimpiade London 2012.

"Mereka memang tidak memenangi Piala Uber, tetapi itu bukan hal yang buruk, karena fokus utama kami adalah menghadapi Olimpiade 2012 di London.

"Berikan juga kesempatan kepada negara lain untuk menjadi juara Piala Uber, sehingga akan lebih bagus. Karena, pasti membosankan jika China selalu menjadi juara dan kami ingin membiarkan negara lain memiliki kesempatan menang."(*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar