Rabu, 28 April 2010

2010 Evaluasi Pasca Pengumuman Ujian Nasional 2010

GaneshaOperation. Ujian nasional yang hasilnya diumumkan pada Senin (26/4/2010) kemarin mengejutkan banyak pihak, terutama orangtua siswa, guru, kepala sekolah, dan siswa yang bersangkutan. Ini antara lain disebabkan meningkatnya jumlah siswa yang tidak lulus.

Daerah yang paling banyak siswanya tidak lulus dan harus mengulang ujian nasional (UN) adalah Nusa Tenggara Timur sebanyak 18.333 orang, Jawa Tengah 13.914 orang, Nusa Tenggara Barat 9.086 orang, dan Sulawesi Selatan 8.451 orang.

Secara nasional, dari 1.522.162 peserta, ada 154.079 peserta yang harus mengikuti UN ulang pada 10-14 Mei.

Ujian tahun ini juga diwarnai banyaknya sekolah yang siswanya 100 persen tidak lulus UN. Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, misalnya, ada tiga SMA yang angka kelulusannya nol, yaitu SMA Kampung Laut, SMA Bahari, dan SMA Jenderal Soedirman.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Cilacap Marjaka, Senin, mengatakan, jumlah siswa dari ketiga SMA yang tidak lulus semua itu hanya sedikit, yakni 88 siswa. SMA Bahari dan SMA Jenderal Soedirman, contohnya, siswa peserta UN di kedua sekolah itu masing-masing hanya 10 dan 18 siswa.

Namun, untuk SMA Kampung Laut, Marjaka mengakui, memang cukup mengkhawatirkan karena tak satu pun dari 60 siswa kelas tiga di sekolah itu yang lulus UN. Tahun lalu pun hanya 50 persen siswa di sekolah itu yang lulus UN.
"Para siswa dari ketiga sekolah ini harus mengulang semua mata pelajaran," katanya.

Enam sekolah Di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, ada enam madrasah aliyah (MA) yang tidak satu pun siswanya lulus UN. Sementara di Sulawesi Tengah, Kabupaten Sigi yang merupakan kabupaten pemekaran terbaru, tingkat kelulusannya hanya 46 persen.

"Kami langsung melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk membahas persiapan ujian susulan," kata M Mithar, Ketua Panitia UN Kabupaten Majene.

Keenam madrasah yang siswanya tidak lulus 100 persen adalah Madrasah Aliyah Daru Da’wah wal Irsyad (DDI) Kampung Baru, MA Tande, MA DDI Baruga, MA Limboro, MA Simullu, dan MA Rangas. Ada pula SMK 2 Majene yang jumlah siswa yang lulus hanya 128 dari 700 peserta.

Sementara di Sulteng, Kabupaten Sigi menempati urutan teratas yang persentase kelulusannya rendah. Di kabupaten pemekaran baru ini, dari 3.645 peserta ujian nasional, hanya 45 persen yang lulus dan sisanya 55 persen harus mengulang.

Di Sumatera Selatan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo menjelaskan, di Sumsel terdapat empat SMA yang siswanya tidak lulus 100 persen untuk mata pelajaran tertentu. "Ketidaklulusan sampai 100 persen merupakan kasus yang tidak wajar," kata Ketua Komisi V DPRD Sumsel yang membidangi pendidikan, Bihaqqi Sofyan.
Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, semua siswa peserta UN di MA Darul Amman di Kecamatan Pringsurat tidak lulus UN. Siswa peserta UN di MA tersebut terdata 13 orang, dan semuanya berasal dari jurusan IPS. "Kami belum mendata kegagalan siswa terjadi pada mata pelajaran apa saja," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung Tri Marhaen Suhardono.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, siswa tak perlu panik jika tak lulus UN karena masih ada kesempatan untuk mengikuti UN ulang. Hasil UN pun akan diserahkan pada masing-masing guru dan sekolah untuk diperhitungkan dengan aspek-aspek lainnya, seperti aspek akhlak dan kepribadian, lulus mata pelajaran yang diujikan di sekolah, dan telah merampungkan seluruh program pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar