Jumat, 02 April 2010

Contoh Perhitungan Ujian Praktikum

1) Penentuan Molaritas HCl
    Misal rata-rata volume NaOH 0,1 M yang terpakai = 12 ml
    V NaOH x M NaOH = V HCl x M HCl
             12 x 0,1 = 10 M HCl
             M HCl = 1,2 : 10 = 0,12 M 
             Jadi Konsentrasi HCl = 0,12 M


2) Penentuan Kadar asam cuka di pasaran :
    Misal rata-rata volume NaOH 0,5 M yang digunakan dalam titrasi = 9,6 mL
    V NaOH x M NaOH = V cuka x M cuka
     9,6 x 0,5 = 25 x M cuka 
     maka M Cuka = 4,8 : 25 = 0,192 M
    Karena label cuka berbagai produk adalah 25 % = 4,17 M
    V1 x M1 = V2 x M2
    5 x 4,17 = 100 x M2
     M2 = 0,201 M
    Jadi % cuka berdasarkan hasil praktikum = ( 0,192 : 0,201 ) x 25 % = 23,88 %
3) Penentuan kadar NaClO dalam pemutih :
    Misal volume rata-rata Na2S2O3 0,1 M yang digunakan = 3,267 mL
    Perhitungan berdasarkan persamaan redoks :
     mmol I2 = ( koef.I2 : koef S2O32- ) x mmol S2O32- 
                  = 1/2 x 0,3267 =  0,16335 nnmol
    mmol ClO- = 1/1 x 0,16335 mmol 
   mmol NaClO = mmol ClO- = 0,16335 mmol 
   massa NaClO = mmol X Mr NaClO = 0,16335 x 74,5 =  12,169575 mgr.
   Karena pemutih yang diambil dari botol  5 ml = 5 gr dan diencerkan sampai 100 ml dan 5 ml 
   diambil untuk penelitian maka massa pemutih yang digunakan untuk penelitian =
   5/100 x 5 x 1000 = 250 mgr
   jadi kadar NaClO dalam pemutih = 12,169575/250 x 100 % = 4,86783 % = 4,87 % 
   Kesimpulan praktikum berisi antara lain hasil penentuan konsentrasi percobaan dan penyebab 
   kesalahan-kesalahan dalam melakukan kegiatan praktikum sehingga hasil percobaan berbeda jauh 
   dengan label produk yang diteliti dan khusus asam cuka produk apa yang memiliki kadar paling 
   besar.

                   SELAMAT MENGERJAKAN SEMOGA SELALU SUKSES
                                                        OJO DUMEH


 


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar