Sabtu, 06 Maret 2010

Bank " Ojo dumeh "

Semalam saya menyaksikan sebuah acara dialog di salah satu stasiun TV swasta, topiknya kalau tidak salah tentang hak angket sebuah bank. Dalam acara itu, host yang cantik dan senyumnya menawan mengajak pemirsa dan para peserta dialog untuk menyaksikan sebuah tayangan, sepertinya sebuah acara jumpa pers.
Dalam tayangan itu seorang mantan menteri mengatakan dan menyebut seorang pejabat tinggi  lainnya dengan sebutan “Profesor Kodok”.
Masya Allah, pantaskah seorang mantan pejabat tinggi mengolok-olok koleganya dengan sebutan yang sangat tidak pantas didengarkan oleh Yu Ginten dan Cak Ngaderi sekalipun ?
Bagaimana perasaan orangtua , isteri, anak, menantu  cucu dan seluruh kerabat dan anak buah si pejabat yang di sebut sebagai Profesor Kodok itu ?? Tentu malu atau bahkan mungkin marah.
Bagaimana perasaan orang tua, isteri, anak, menantu  cucu dan seluruh kerabat  sang menteri yang mengolok-olok  pejabat lainnya itu ?? Apakah mereka bangga atau juteru malu ??
Mantan menteri itu mungkin lebih pintar daripada sang profesor. Tapi sayang, kurang bisa mengendalikan mulutnya. Profesional tanpa dukungan moral yang baik akan menjadikan seseorang menjadi takabur dan sok pintar.
Jangan mentang-mentang ada kebebasan deh. Ojo dumeh !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar