Sabtu, 06 Maret 2010

Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo..

Filosofi SemarOjo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. Sang Hyang Ismaya.. Semar.. Kaki Semar selalu mengajarkan dan menasehati anak cucunya sikap Paugeraning Urip adalah dengan Kata sesanti atau Petuah “OJO DUMEH.. OJO GUMUNAN.. ELING LAN WASPODO”.. Petuah tersebut sepertinya sudah menjadi satu paket yang berkaitan erat dari beliau dalam menjalani kehidupan di dunia ini.. Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. tiada pernah bosan dalam setiap pengajarannya Mbah Gendeng.. eeee.. Mbah Gendut selalu mengungkapkan perkataan itu.. dan Beliau sendiri yang di mata kita sudah bagaimana gitu.. hehehe.. beliau sendiri disiplin menjalankan prinsip Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo..

Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. adalah bekal manusia menghadapi ujian dan perjuangan hidup dan menjadi senjata ampuh untuk menjadi kesatria utama dalam menaklukan dirinyasendiri dan mewujudkan “Roso setyo lan mituhu dumateng Gusti” serta untuk “ Hamemayu Hayuning Bawono”.. Prinsip dan pepatah ini berlaku meliputi perjalanan lahiriah dalam melangkah maupun perjalanan bathiniah.. ataupun perjalanan spiritual..
Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. adalah sebagai penyeimbang, sehingga pada kondisi maupun situasi apapun manusia akan selamat”Rahayu”, tidak mudah panik dalam setiap pemecahan masalah yang di hadapinya.. manjadi manusia yang selalu berada dalam ketenangan jiwa tidak grasa grusu selalu berhati hati dalam melangkah.. dan beliau itu sesuai sifat punakawannya sering menjebak dengan perangkap untuk melatih manusia agar Eling lan Waspodo.. itulah sifat bijaksana dari beliau..
Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. sebagai sarana pencegahan terhadap kecerobohan dan kelalaian yang sering manusia lakukan, karena telah menyadari dan memahami serta mentaati semua kaidah Agama, Budi pekerti, maupun aturan aturan manusia lainnya.. Dengan ini mencetak manusia manusia yang berbudi pekerti luhur.. Cinta Damai dan penuh Kasih Sayang terhadap sesama manusia.. alam semesta dan Tuhannya..
OJO DUMEH yang maksudnya “Jangan Mentang Mentang” adalah suatu peringatan agar manusia tidak larut dengan apa ayang di miliki atau di jalaninya, sehingga cenderung menjalani keputusan hidup yang negatip seperti :
1. Mentang mentang kaya, maka kita menjadi sombong dan merasa semua dapat di beli dengan uang,
2. Mentang mentang Miskin, maka kita menjadi putus asa dan mengakibatkan kita mengumpat sana sini kepada yang kaya..
Siapa yang “mentang mentang” maka suatu saat akan menjadi sebagaimana dalam pribahasa Jawa :
1. Sopo sing Dumeh bakal keweleh
2. Sopo sing adigang bakal keplanggrang
3. Sopo sing Adigung bakal kecemplung
4. Sopo sing Adiguno bakal ciloko
5. Sopo sing Becik bakal ketitik
6. Sopo sing salah bakal seleh
7. Sopo sing Temen bakal Tinemu
Sebaliknya dengan sikap Ojo Dumeh Jangan Mentang Mentang ini menjadikan manusia selalu menyadari keadaannya dan selalu dalam kesadaran untuk mengembalikan semua kepada Allah.. tidak mudah tertipu dalam perjalanan lahir dan bathinnya.. tidak menjadi sombong maupun rendah diri selama hidupnya melainkan selalu pasrah dan sumeleh.. inilah bagian yang terpenting dari Ojo Dumeh Jangan Mentang Mentang..
OJO GUMUNAN yang maksudnya Jangan Kagetan atau apa yaaa.. hehehe,.. maklum bahasa jawanya pas pasan alias enda ngerti banget.. tetapi maknanya di dalam perjalanan lahir dan bathin.. janganlah kita menjadi manusia yang mudah kagetan.. mudah terpengaruh dengan sanjung puja maupun hina cerca melainkan tetap teguh dengan Niat Awal.. jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun apa yang masuk dari luar diri.. melainkan percaya kepada diri.. baru di sanjung sedikit sudah lupa diri akhirnya perjalanan terhenti.. baru ada yang mencerca sedikit sudah rendah diri maka sama juga perjalanan menjadi tertunda..
Apalagi dalam perjalanan bathiniah dan spiritual disini di tuntut sekali agar kita Ojo Gumunan.. agar kita tidak terjebak tipuan jerat dan perangkap dimensi lainnya yang kadang ingin menghentikan perjalanan spiritual kita dan membuat kita lupa diri dan akhirnya menghentikan perjalanan.. Mereka dari dimensi lain mempunyai Trik dan Tipu yang hebat istilahnya mengalah untuk menang sehingga para pejalan spiritual sering tertipu di sini dan akhirnya tiada menyadari mereka lepas dari eling lan waspodo.. yaitu dia karena terkaget kaget dan terheran heran menjadikannya menjadi lupa diri dan sombong serta mulai mentan mentang akhirnya lepas Eling lan Waspodo.. maka berhati hatilah dalam menghadapi sanjung puja puji maupun cerca.. Ojo Gumunan meliputi perjalanan lahir dan bathin..
Eling Lan Waspodo maksudnya Ingat dalam Kesadaran dan Waspada.dalam setiap langkah.. jangan ceroboh tetapi berpikirlah dengan baik.. Ingat yang dijalani adalah inget dalam kaitan Menembah kepada Tuhan, ingat akan karunianya, Rahmatnya, Nikmatnya , selalu ingat akan kesalahan kita kepada Tuhan, pelanggaran yang kita lakukan dan meminta ampunan kepada Nya. Dengan demikian akan lahirlah Budi pekerti yang luhur sehingga Eling ini akan melahirkan kepedulian kepada manusia dan lingkungan sekitarnya. Ingat akan diri sebenar diri yang lemah tiada berdaya.. sehingga semua langkah dan geraknya meliputi kembali kepadaNYA..
Waspodo/Waspada adalah bentuk ke hati-hatian manusia dalam menjalankan hidup, teliti dan mengakibatkan kita menjadi Wara dalam memilih dalam keputusan kita sehari hari. Berhati-hati dalam semua sikap dan tingkah laku. Mana yang merupakan perintah dan mana yang merupakan larangan akan menjadi terang dan jelas bagi kita.sehinga kta akan selamat dalam perjalanan hidup ini. Dalam mengambil keputusan sebelum melangkah selalu berfikir ulang.. tidak grasa grusu terburu nafsu.. waspadalah !!.. Waspadalah !!.. Waspadalaaah !!..
Bahkan Sang Hyang Ismaya saja selalu menjebak ataupun menguji anak muridnya sendiri.. dengan memberikan jebakan maka beliau mengetahui anak muridnya Eling lan Waspodo atau tidak.. Bahkan Beliau sering berpesan kepada anak cucunya.. agar jangan percaya begitu saja omongan makhluk maupun itu manusia jin maupun makhluk dari dimensi lainnya.. bahkan jika Beliau sendiri menyuruh atau memberikan pengajaran janganlah di telan mentah mentah begitu saja selalu harus Eling lan Waspodo.. Siapapun yang berbicara karena bisa saja Beliaupun lengah dan perkataan atau petunjuknya ditunggangi setan.. begitu rendah hatinya sifat beliau.. menjadi satu pengajaran yang berharga bagi anak cucunya.. beliau menerapkan Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo..
Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. memang merupakan satu kesatuan yang harus dipahami secara utuh, sehingga manusia di harapkan menjadi Pasrah Sumeleh dan Yakin serta berpegang teguh Kepada Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa serta menjadi bijaksana, sederhana, rendah hati dan selalu hati hati dalam setiap langahnya. Membentuk menjadi manusia manusia yang “Bisa Merasa.” Bukan manusia manusia sombing yang selalu ”Merasa Bisa.”
Dengan “Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. maka dalam bahasa Jawa disebutkan .. Ono Luwih, Luwih soko Ono.. Kang Kebak, Luwih dening kebak.. Kang suwung, Luwih dening Suwung.. Kang Pinter, Luwih dening Pinter.. Kang Sugih, Luwih dening Sugih.. Mari kita terapkan Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo.. dalam kehidupan kita sehari hari meliputi kehidupan lahiriah dengan manusia lainnya dan alam semesta maupun dalam kehidupan bathiniah dengan Tuhan maupun dimensi lainnya.. sekali lagi Pasrah Sumeleh.. Olah Rasa menjadi manusia yang Bisa Merasa.. dengan menerapkan Ojo Dumeh.. Ojo Gumunan.. Eling lan Waspodo..
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
‘TUK SEMUA SAHABAT SAHABATKU TERSAYANG
” I LOVE YOU PUUUUULLLLLLLLLLL “
Dinding Kepalsuan , Manusia Keledai , Akal dan Hati , Hilangnya Jati Diri Manusia , Jati Diri Manusia , Hidup Matinya Hati , Mengembalikan Jati Diri Bangsa, Iman dan Nilai Manusia, Rumahku Impianku, Iman dan Cinta Illahi , Iman dan Percaya kepadaNYA , Mbah Gendeng, Zikrullah dan Alam Semesta Bergetar !!! , Kekasihku.. Pujaanku.. Sepenuh Jiwa Merindu.. , Filosofi Semar , Mengembalikan Jati Diri Bangsa : Kembali pada Tujuan Hidup semula , Manusia janganlah Kau Sombongkan Diri , Ibu Kota Negara Hilang Lenyap Terendam Air , RAIHLAH JATI DIRI MANUSIA untuk MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA , Kiamat 2012!!, Hati Hati Kiamat Sudah Terjadi Saat ini!! , Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata , Kholifah Bumi Meraih Kenikmatan Ibadah dalam Cinta , Hancurkan Tembok Kedirian !!.. Hidupkan Kesadaran Batin !!.. , Trisila Kejawen dan Tatanan Paugeraning Urip , Konsep Ketuhanan Jawa With Sang Hyang Ismaya (SEMAR) , Apalah Arti Manusia Tanpa Memiliki Kesadaran !!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar